Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Down Syndrome bukan musuh kita

Down Syndrome bukan musuh kita

Jogja-KoPi│"Down Syndrome bukan penyakit menular, mereka sama dengan kita hanya saja mereka mengalami keterbelakangan. Mereka memiliki hak yang sama dan diperlakukan sama pula," jelas Sri Rejeki Ekasasi, Ketua Persatuan Orang Tua Anak Down Sindrom, Yogyakarta.

Penderita down syndrome kerap mendapat perlakuan yang berbeda di kehidupan masyarakat, dikucilkan dan dianggap bodoh. Prasangka-pransangka negatif kerap didapatkan mereka dari masyarakat sekitar.
“Masyarakat kadang takut terhadap anak down syndrome karena perilaku over mereka dan anggapan mereka bahwa down syndrome adalah hasil dari dosa besar dan persekutuan dengan setan," papar Sri Rejeki Ekasasi.

Padahal, down syndrome terjadi karena kelainan kromosom. "Kromosom ke-21 yang harusnya membelah dua, membelah tiga. Jadi ini bukan penyakit yang menular," jelas Sri Rejeki Ekasasi

Perilaku anak down syndrome sendiri tergantung dari cara mendidik orang tua terhadap anak. Anak akan menjadi pribadi yang baik dan tidak over ketika keluarga membiasakan mendidik mereka sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat.

"Baik tidaknya perilku anak down syndrome tergantung dari orang tuanya. Orang tua harus sabar dalam menanamkan nilai–nilai kepada anak down syndrome. Selain itu, orang tua juga harus tegas dalam memperlakukan anak-anak down syndrome, ketika bilang no hug, no touch, no kiss, sampai kapanpun harus tetap konsisten seperti itu," jelas Sri Rejeki Ekasasi.

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak down syndrome. Penerimaan orang tua, kesabaran dalam mendidik, serta intervensi orang tua kepada anak berpengaruh besar terhadap sikap dan perilaku anak pada lingkungan. Selain orang tua, masyarakat juga perlu menerima keadaan anak down syndrome di tengah-tengah lingkungan mereka. "Anak down syndrome perlu dukungan dari semua pihak yang ada, baik dari pemerintah, medis, pendidikan, masyarakat, dan orang tua untuk perkembangan mereka karena mereka sebenarnya sama dengan kita dan tak seharusnya dikucilkan," tuturnya.

Sri Rejeki Ekasasi berharap orang tua, masyarakat, pemerintah, medis dan pendidikan (5 pilar) dapat mengakui keberadaan mereka dan menganggap mereka sama. Pemerintah seharusnya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang down syndrome, termasuk hari down syndrome sedunia dan bagaimana seharusnya menghadapi anak down sindrom karena down syndrome bukanlah musuh kita. Frenda Yentin

 

back to top