Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Dosis yang tepat untuk sang buah hati

Dosis yang tepat untuk sang buah hati

Irfan Ridlowi


New York-KoPi- Orangtua yang mengukur dosis obat dengan sendok teh atau sendok makan lebih besar kemungkinan  dapat membuat kesalahan daripada mereka yang menggunakan mililiter, penelitian baru mengatakan dalam sebuah terbitan di Pediatrics.

Menurut penelitian, sekitar 40 persen orangtua membagikan dosis yang salah, dan mereka yang mengukur dengan sendok teh atau sendok makan dua kali kemungkinan membuat kesalahan daripada mereka yang mengukur dalam mililiter. 

Salah satu alasan: "Istilah seperti 'sendok teh' dan 'sendok' tidak sengaja mendukung penggunaan sendok dapur, yang sangat bervariasi dalam ukuran dan membuat sulit bagi orangtua untuk mengukur dosis obat anak mereka secara akurat," kata H. Shonna Yin, MD, seorang penulis penelitian dan asisten profesor Pediatri dan kesehatan penduduk di New York University School of Medicine. 

Bingung dalam menentukan dosis obat juga dapat berasal dari petunjuk dokter atau apoteker yang berbeda. "Kadang-kadang, unit yang berbeda dari segi pengukuran, seperti mililiter, sendok teh, sendok makan yang digunakan secara bergantian sebagai bagian dari instruksi dosis," kata Dr Yin. "akan tetapi ukuran setiap sendok itu berbeda." 

Jika menggunakan unit pengukuran yang salah dapat menyebabkan masalah yang cukup serius. Pengukuran dosis obat menggunakan sendok besar kemungkinan sama seperti memberikan dua kali hingga lima kali dari dosis sesui perintah. Pemberian dosis obat yang berlebihan atau overdosis dapat menyebabkan diare, muntah, kejang, kesulitan bernapas, perdarahan internal, koma, dan banyak lagi. 

The American Academy of Pediatrics, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dan Institut untuk Pengamanan Praktek Pengobatan mendukung gerakan untuk menggunakan mililiter sebagai unit standar tunggal pengukuran semua obat cair anak. Beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk memastikan jumlah obat yang benar setiap kali: 

1.Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk menggunakan mililiter ketika memberikan instruksi tentang dosis anak. 

2.Jangan gunakan sendok dapur untuk dosis obat. 

3.Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk penggunaan instrumen dosis standar.

4.Sebelum memberikan anak obat, periksa bahwa pengukuran sesuai dengan apa yang dikatakan petunjuk.

Sumber: fitpregnancy.com

back to top