Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Dosis yang tepat untuk sang buah hati

Dosis yang tepat untuk sang buah hati

Irfan Ridlowi


New York-KoPi- Orangtua yang mengukur dosis obat dengan sendok teh atau sendok makan lebih besar kemungkinan  dapat membuat kesalahan daripada mereka yang menggunakan mililiter, penelitian baru mengatakan dalam sebuah terbitan di Pediatrics.

Menurut penelitian, sekitar 40 persen orangtua membagikan dosis yang salah, dan mereka yang mengukur dengan sendok teh atau sendok makan dua kali kemungkinan membuat kesalahan daripada mereka yang mengukur dalam mililiter. 

Salah satu alasan: "Istilah seperti 'sendok teh' dan 'sendok' tidak sengaja mendukung penggunaan sendok dapur, yang sangat bervariasi dalam ukuran dan membuat sulit bagi orangtua untuk mengukur dosis obat anak mereka secara akurat," kata H. Shonna Yin, MD, seorang penulis penelitian dan asisten profesor Pediatri dan kesehatan penduduk di New York University School of Medicine. 

Bingung dalam menentukan dosis obat juga dapat berasal dari petunjuk dokter atau apoteker yang berbeda. "Kadang-kadang, unit yang berbeda dari segi pengukuran, seperti mililiter, sendok teh, sendok makan yang digunakan secara bergantian sebagai bagian dari instruksi dosis," kata Dr Yin. "akan tetapi ukuran setiap sendok itu berbeda." 

Jika menggunakan unit pengukuran yang salah dapat menyebabkan masalah yang cukup serius. Pengukuran dosis obat menggunakan sendok besar kemungkinan sama seperti memberikan dua kali hingga lima kali dari dosis sesui perintah. Pemberian dosis obat yang berlebihan atau overdosis dapat menyebabkan diare, muntah, kejang, kesulitan bernapas, perdarahan internal, koma, dan banyak lagi. 

The American Academy of Pediatrics, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dan Institut untuk Pengamanan Praktek Pengobatan mendukung gerakan untuk menggunakan mililiter sebagai unit standar tunggal pengukuran semua obat cair anak. Beberapa hal yang dapat orangtua lakukan untuk memastikan jumlah obat yang benar setiap kali: 

1.Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk menggunakan mililiter ketika memberikan instruksi tentang dosis anak. 

2.Jangan gunakan sendok dapur untuk dosis obat. 

3.Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk penggunaan instrumen dosis standar.

4.Sebelum memberikan anak obat, periksa bahwa pengukuran sesuai dengan apa yang dikatakan petunjuk.

Sumber: fitpregnancy.com

back to top