Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Dokter mata Erry Dewanto tidak akan menyesal, bengal?

Foto: dr. Erry Dewanto, Sp.M sedang melakukan bedah katarak. (foto by Labibah) Foto: dr. Erry Dewanto, Sp.M sedang melakukan bedah katarak. (foto by Labibah)

Surabaya-KoPi| Dokter spesialis mata Erry Dewanto ternyata tidak akan menyesali apa yang telah dilakukannya. Dokter jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini akan tetap menjalani apa yang telah dilakukannya tanpa sesal. Bengal?

Tentu saja tidak. Sebab dokter Erry, sapaan akrabnya, tidak akan menyesali aktivitas sosialnya dalam kehidupan masyarakat selain sebagai seorang dokter mata ternama. Ia tidak segan turun ke masyarakat, mengulurkan tangannya untuk masyarakat yang membutuhkan keahliannya.

Tidak banyak dokter yang peduli seperti figur yang kalem ini. Dokter memiliki kesibukan dalam konteks profesi medisnya. Tidak sedikit dokter yang memilih tenggelam di ruang kesibukan kerjanya, dan jika lelah pergi berwisata. Akan tetapi tidak bagi Erry Dewanto. Ia terus aktif melakukan kegiatan sosial seperti  pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat penderita katarak.

"Saya bisanya mengobati masalah penyakit mata. Selain suka berorganisasi. Saya memang selalu ramai dikunjungi pasien sakit mata. Akan tetapi saya juga harus mengulurkan tangan pada mereka yang tidak mampu. Ya itulah jalan hidup yang saya sukai. Harapannya ya berkah saja dari Allah."

Dokter spesialis mata yang rajin shalat subuh di masjid itu meyakini bahwa jalannya tersebut merupakan cara bersyukur pada Tuhan. Keahlian sebagai seorang dokter spesialis mata khususnya katarak dan bedah mata inkuisisi ini juga sering diminta hadir dalam seminar dan talk show radio.

"Ilmu kesehatan mata harus disebarluaskan. Sebagaimana dalam ajaran agama saya (Islam, red.) memerintahkan kepada manusia agar menyebarluaskan ilmu yang baik."

Pada tanggal 28 Mei 2016 pukul 09.00-selesai dokter Erry juga diminta ikut dalam kegiatan bakti sosial pemeriksaan mata dan gigi. Acara ini akan dibuka oleh Ibu Wakil Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf di Jembatan Merah Plaza. Siapapun bisa hadir dalam acara ini.

"Makin sering bakti sosial, hati ini makin lapang dan bahagia," pungkas dr. Erry Dewanto, Sp.M.

Dokter Erry sendiri memiliki empat klinik mata, Klinik Mata EDC di Sepanjang Ruko Town House B-6 Jl. Raya Kalijaten Sepanjang, Taman Sidoarjo, Klinik Mata Mojoagung Jl. Veterean 435 Mojoagung Jombang, Klinik Utama Ruko Royal Jl. Airlangga Mojosari, Mojokerto dan praktek dokter spesialis mata di Jl. Kayon no. 3 Surabaya. |A. Ginanjar|

back to top