Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Diet tradisional Indonesia masuk kategori Diet Terbaik 2015

Diet tradisional Indonesia masuk kategori Diet Terbaik 2015
KoPi| Dunia Barat semakin sering belajar cara-cara hidup tradisional yang diterapkan orang Timur, khususnya Asia. Mereka percaya gaya hidup tradisional dan sederhana orang Timur mampu menjadi rahasia kesehatan dan umur panjang. Ternyata bukan filosofi Timur saja yang menarik perhatian dunia Barat, gaya hidup seperti diet tradisional orang Asia juga mendapat apresiasi.
 

US News baru-baru ini memasukkan diet tradisional Asia, termasuk Indonesia, sebagai dalam daftar diet terbaik tahun 2015. Diet tradisional Asia masuk ranking 11, dengan skor yang sama dengan diet vegetarian.

Dalam ranking tersebut, disebutkan diet tradisional negara-negara Asia seperti Indonesia, India, China,  Thailand, Korea, Jepang, dan lainnya sebagai pilihan diet yang masuk akal, aman, dan penuh nutrisi. Selain itu, gaya diet ini mampu menghindarkan orang dari penyakit dan memberi kesehatan yang optimal.

Mereka menilai bahwa orang di negara-negara Asia selama ini memiliki angka kasus kanker, penyakit jantung, dan obesitas yang rendah dibandingkan orang Amerika, serta berumur panjang. Penelitian mengungkapkan hal itu disebabkan pola makan orang Asia yang sehat dan rendah lemak, dengan menu seperti dari nasi, sayuran, buah segar, ikan, serta makan daging merah dalam jumlah sedikit.

US News menyebut tidak ada ketentuan baku dalam diet tradisional Asia, karena begitu beragamnya gaya hidup dan masakan di berbagai negara Asia. Mereka menyebut bahwa diet tradisional Asia bukanlah diet, melainkan gaya hidup. Karena itu, satu hal utama bagi dalam gaya hidup ini adalah nasi, yang menguntungkan karena cepat membuat kenyang.

Sayuran Asia yang disebut menyehatkan dan memiliki nutrisi penting penting bagi tubuh antara lain rebung, kale, bok choy, terong, daun bawang, ubi jalar, taro, dan daun bawang. Sementara, buah-buahan yang disarankan antara lain aprikot, kelapa, rambutan, mangga, dan jeruk. Selain itu, kandungan rempah-rempah yang melimpah dalam masakan Asia mampu membantu metabolisme tubuh.

Pihak US News menyatakan bahwa gaya hidup ini sehat dan mampu mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler serta tidak beresiko. Masyarakat Asia dikenal sering makan makanan rendah lemak dan tinggi serat dan jarang mengkonsumsi daging merah. Bahkan gaya hidup ini disebut mampu mengontrol dan mencegah diabetes. Meski demikian, pola diet ini kurang diyakini mampu menurunkan berat badan.

Pada awal tahun 2015 ini, US News melakukan penilaian pada sejumlah pola diet yang ada di Amerika. Diet yang dianggap terbaik harus memenuhi syarat seperti mudah ditiru, bernutrisi, aman dan efektif untuk menurunkan berat badan, serta mampu mencegah penyakit jantung dan diabetes.

Pola diet tradisional Asia mendapat ranking 11 dengan nilai 3,5 dalam skala 5. Selain itu, diet ini mendapat ranking 4 dalam kategori diet berbasis tanaman, ranking 9 dalam kategori pola makan sehat, serta ranking 12 untuk kategori diet diabetes terbaik. Kalau orang Barat saja mengakui makanan tradisional Asia dan Indonesia lebih sehat, mengapa kita harus malu-malu makan makanan tradisional kita? |US News and World Report

 

back to top