Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Bukti jika tidur memperkuat memori ingatan

Bukti jika tidur memperkuat memori ingatan

Washinton-KoPi, Para peneliti Amerika Serikat mengatakan pada hari Kamis (5/6) bahwa mereka telah menemuka bukti fisik bahwa tidur membantu mengkonsolidasikan dan memperkuat memori ingatan.

Dalam penelitian yang ditebitkan dalam jurnal Science, para peneliti di New York University memperlihatkan bukti tersebut untuk pertama kalinya, setelah mempelajari perkembangan jarum dendritik, sebuah tonjolan kecil dari sel otak yang terhubung dengan sel-sel otak lainnya dan memfasilitasi lewatnya informasi seluruh sinapsis atau persimpangan dimana sel-sel otak bertemu.

“Kami telah mengetahui bahwa tidur mempunyai peranan pentig dalam belajar dan memperkuat ingatan. Jika anda tidak tidur dengan baik atau nyenyak maka Anda tidak akan bisa belajar dengan baik,” Wen-Biao-Gan, peneliti senior dan professor neurosains dan psikologi di universitas tersebut mengatakan.

“Penelitian tersebut menunjukkan bukti fisik dari fenomena tersebut, di mana tidur membantu neuron dalam membentuk koneksi pada jaringan dendrit yang dapat memfasilitasi memori,” ujarnya.

“Data kami menunjukkan bahwa reaktivasi saraf selama tidur adalah cukup penting bagi pertumbuhan jaringan tertentu dalam korteks motor,” tambahnya.

“Penemuan ini sangat penting bagi anak-anak,” katanya lagi. “Tidak tidur atau begadang hanya untuk belajar hanya menyebabkan signifikansi jarum dendritik berkurang, sehingga tidak mampu mengingat apa yang telah dipelajari.”

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanews

back to top