Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Bisnis farmasi terancam merugi dengan adanya BPJS

Bisnis farmasi terancam merugi dengan adanya BPJS

Jogjakarta-KoPi| Dosen Farmasi UGM, Dr. Sampurno mengeluhkan dampak BPJS pada kefarmasian Indonesia membuat permintaan obat farmasi menurun. Hal itu disampaikan dalam seminar nasional tentang "Prospek Industri Farmasi Indonesia" di Gedung UC UGM (16/01).

Dr. Samporno juga mengatakan penurunan permintaan obat farmasi akibat meningkatnya permintaan obat generik yang dipasok oleh BPJS. Ditambah lagi pengadaan obat yang berfokus pada OGB dalam jumlah besar melalui e-catalog.

Menurutnya, dampak BPJS kesehatan pada kefarmasian Indonesia terjadi karena adanya perpindahan dari layanan privat ke layanan publik. Sehingga industri farmasi, usaha apotik dan pedagang besar farmasi (PBF) mengalami penurunan obset yang cukup besar mencapai 60%.

Pada tahun selanjutnya, tambahnya, dampak yang terjadi adalah kini apotik dan PBF telah menjadi sunset Business. Apotik secara perlahan akan kehilangan konsumen, serta resep obat generik (OGB) akan mengalami peningkatan dengan harga murah.

Begitu juga Pedagang Besar Farmasi dan Industri Farmasi, secara perlahan akan kehilangan pasar baik ditingkat kab/kota, serta susahnya memasok e-catalog lagi karena adanya persaingan e-catalog yang sangat ketat.
“Karena e-catalog membawa perubahan besar pada pasar farmasi Indonesia," tegasnya.

Dampak BPJS kesehatan juga berpengaruh secara langsung pada kinerja apotik khususnya pada farmasi komunitas. Setiap bulan customer apotik telah "hijrah" besar-besaran ke BPJS karena biaya yang sangat murah, terutama customer apotik yang ekonomi kelasnya menengah kebawah.

Keluhan Dr. Samporno ini bertentangan dengan niat pemerintah yang ingin mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui program BPJS. Sebagaimana yang dijelaskan Pada pasal 28 H ayat 3 UUD 45 yang menyatakan "setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat."

Selain itu, dalam pasal 34 ayat 2 UUD 45 pemerintah juga menegaskan dengan pernyataan ”Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”. |Cucuk Armanto|Winda Efanur FS|

back to top