Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Benarkah Medsos Memicu Stres ?

Benarkah Medsos Memicu Stres ?

KoPi| Netizens perlu berhati-hati, terlalu sering mengembara di dunia online ternyata bisa merusak kesehatan.

Sebuah studi Pew Research baru menggunakan media sosial dapat meningkatkan tingkat stres karena berhadapan dengan pengguna lain yang tidak diinginkan, seperti seseorang tak dikenal dipecat dari pekerjaan atau kematian seseorang yang mempengaruhi lingkaran sosial.

Namun, para peneliti belum menemukan bukti pasti korelasi antara medsos dengan stres.

Menurut AmericanPsychological Association, “Tekanan emosional mendadak -terutama kemarahan- dapat memicu serangan jantung, aritmia dan bahkan kematian mendadak”.

Dengan hampir 75 persen dari populasi orang dewasa secara online di media sosial saat ini, para peneliti menyebutkan, peningkatan stres dikarenakan " kepedulian," mereka mengatakan bahwa semakin banyak bukti yang menunjukkan stres menular.

Tingkat stres tidak hanya  dipengaruhi di dunia maya. Dalam dunia nyata, para ahli menyebut stres menular dengan istilah "stres tangan kedua". Menurut manajemen stres, pelatih Joe Robinson, pendiri Optimal Strategi Kinerja, stres tangan kedua terjadi karena neuron cermin di otak kita mengolah apa yang kita lihat di sekitar kita.

"Ini seperti ketika Anda bergaul dengan seseorang dan orang itu mulai menguap, dalam beberapa detik  Anda melakukan hal yang sama," kata Robinson, yang percaya stres bertindak dengan cara yang sama.

Stres itu bisa berbahaya dan dapat menekan sistem kekebalan tubuh-yang menyebabkan serangan jantung, sakit punggung, bahkan luka pada perut, kata Robinson. |Nurul K| Foxnews.com|

back to top