Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Benarkah Medsos Memicu Stres ?

Benarkah Medsos Memicu Stres ?

KoPi| Netizens perlu berhati-hati, terlalu sering mengembara di dunia online ternyata bisa merusak kesehatan.

Sebuah studi Pew Research baru menggunakan media sosial dapat meningkatkan tingkat stres karena berhadapan dengan pengguna lain yang tidak diinginkan, seperti seseorang tak dikenal dipecat dari pekerjaan atau kematian seseorang yang mempengaruhi lingkaran sosial.

Namun, para peneliti belum menemukan bukti pasti korelasi antara medsos dengan stres.

Menurut AmericanPsychological Association, “Tekanan emosional mendadak -terutama kemarahan- dapat memicu serangan jantung, aritmia dan bahkan kematian mendadak”.

Dengan hampir 75 persen dari populasi orang dewasa secara online di media sosial saat ini, para peneliti menyebutkan, peningkatan stres dikarenakan " kepedulian," mereka mengatakan bahwa semakin banyak bukti yang menunjukkan stres menular.

Tingkat stres tidak hanya  dipengaruhi di dunia maya. Dalam dunia nyata, para ahli menyebut stres menular dengan istilah "stres tangan kedua". Menurut manajemen stres, pelatih Joe Robinson, pendiri Optimal Strategi Kinerja, stres tangan kedua terjadi karena neuron cermin di otak kita mengolah apa yang kita lihat di sekitar kita.

"Ini seperti ketika Anda bergaul dengan seseorang dan orang itu mulai menguap, dalam beberapa detik  Anda melakukan hal yang sama," kata Robinson, yang percaya stres bertindak dengan cara yang sama.

Stres itu bisa berbahaya dan dapat menekan sistem kekebalan tubuh-yang menyebabkan serangan jantung, sakit punggung, bahkan luka pada perut, kata Robinson. |Nurul K| Foxnews.com|

back to top