Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Beginilah kerja organ tubuh ketika kita tidur

http://c3.thejournal.ie/ http://c3.thejournal.ie/

KoPi| Tidur malam yang baik tidak hanya penting untuk suasana hati anda. Tetapi juga membantu mengurangi risiko serangan jantung dan obesitas. Dan ketika kita tidur tubuh kita melakukan aktivitas-aktivitas yang mungkin tidak kita ketahui.

Mata

Ketika kita tidur, gerakan mata cepat atau yang biasa dikenal dengan Rapid Eye Moving (REM) terjadi,mata bergerak dengan cepat setiap 30 menit sekali, dan akan terulang 90 menit kemudian. Banyak mimpi yang terjadi selama REM dan meskipun mata kita bergerak seecara intens, tubuh kita tetap santai – dan membantu kita untuk tetap tidur.

Otak

Tidur sangat penting untuk memberikan korteks serebral (bagian otak yang digunakan untuk berpikir) waktu istirahat. Plastisitas otak, yang membantu kita belajar dan megolah sesuatu,akan terjagaketika kita tidur. Kurangnya tidur membuat kita merasa bekerja secara autopilot. Kita mudah tersinggung, kurang fleksibel dalam pemikiran kita dan kurang mampu mengatasi hal-hal yang tak terduga.

Mulut

Selama kita tidur, aliran air liur kita berkurang. Hal ini menyebabkan mulut kering di pagi hari. Satu dari 10 orang dewasa tidak sadar menggertakan gigi mereka di malam hari, yang dikenal sebagai bruxism. Dan reaksi seperti ini diduga dipicu oleh stres.

Jantung dan darah

Saat tidur, denyut jantung dan tekanan darah turun sekitar 10 persen. Orang-orang yang tidur tujuh hingga delapan jam setiap malam memiliki tingkat penyakit jantung yang rendah. Sebuah studi menyatakan bahwa penderita insomnia di Norwegia memiliki risiko 45 persen lebih tinggi terkena serangan jantung.

Hormon

Ketika kita tidur hormon pertumbuhan akan dilepaskan, yang meningkatkan kekuatan otot dan perbaikan sel dan jaringan. Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas karena ketidakseimbangan dalam hormon yang mengatur nafsu makan. Tidur yang baik dapat  menurunkan tingkat ghrelin, yang memicu nafsu makan, dan meningkatkan kadar leptin, yang memberitahu tubuh anda rasa kenyang.

Sistem Kekebalan

Kurangnya kualitas tidur dapat mengganggu kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, membuat tubuh rentan terhadap virus yang menyebabkan pilek dan flu. Para peneliti di Carnegie Mellon University mengemukakan bahwa  tidur kurang dari tujuh jam menurunkan kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi.

Kulit

Wajah segar yang kita lihat setelah tidur malam yang baik kadang hanya terlihat sementara dan hal itu mungkin disebabkan oleh air yang terkumpul di bawah kulit. Tidur juga memberikan kulit kesempatan untuk diperbaiki oleh hormon pertumbuhan nokturnal.

Suhu Tubuh

Tepat sebelum kita pergi tidur inti suhu tubuh kita turn, untuk menjamin kita mendapatkan tidur malam yang baik. Sejumlah penelitian menemukan bahwa penderita insomnia cenderung memiliki inti suhu tubuh lebih hangat jika dibandingkan dengan orang yang tidur secara normal, dan itu berarti mereka memerlukan upaya yang lebih agar bisa tidur.|bodyandsoul.com.au|Linatul Malihah

 

back to top