Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Batas usia pendonor sperma hingga 45 tahun

Batas usia pendonor sperma hingga 45 tahun

Inggris-KoPi, Batas usia pendonor sperma saat ini adalah 40 tahun. Hal itu berdasarkan pada studi sebelumnya yang menemukan bahwa penurunan kualitas sperma karena bertambahnya usia seorang pria.

Namun sebuah studi oleh Newcastle Fertility di Centre for Life menemukan bahwa klinik IVF bisa menggunakan sperma pria yang lebih tua karena mereka mampu memilih seseorang yang cukup sehat.

Dr. Meenakshi Choudhary berkata kepada The Daily Telegraph, "Kualitas sperma lebih penting daripada masalah usia seorang pria”.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa adanya sedikit pengaruh yang ditimbulkan sampai usia 45 tahun, tetapi pendonor sperma berasal dari orang yang dipilih berdasarkan kualitas sperma yang baik”.

"Mudah-mudahan penelitian ini dapat memberikan wanita sebuah harapan besar bahwa peluang mereka untuk mempunyai anak tidak ada masalah jika mereka harus memilih pendonor yang lebih tua”.

Dr. Choudhary mengatakan, “Beberapa studi telah menemukan usia memiliki efek pada mutasi DNA yang mungkin menjelaskan tingkat keguguran yang lebih tinggi dan cacat lahir. Sebagai tambahan, bahwa usia seorang pria itu berhubungan dengan gangguan jangka panjang pada keturunannya nanti”.

Tapi dia mengatakan bukti yang tersedia terbatas, “Masih ada lagi tentang persetujuan usia seorang pendonor dan hasil tes kesuburannya”.
Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Uropean Society of Human Reproduction and Embryology.

Namun Profesor Allan Pacey, ketua British Fertility Society menentang penaikan batas usia pendonor hingga 45 tahun karena efek yang mungkin terjadi pada kesehatan keturunannya nanti. Dia juga mengatakan hanya sekitar 5 persen dari pria yang lolos seleksi sebagai pendonor sperma yang bisa diterima.

Profesor Allan Pacey  juga berkata, "Saya mendapatkan bisikan kecil, dengan tekanan yang meningkat karena kurangnya pendonor sperma. Masyarakat juga tidak terlalu antusias untuk mengikuti seleksi tingkat kualitas sperma dan itu menjadi sebuah kekhawatiran. Sederhanaya kami tidak memiliki pendonor sperma yang cukup di Inggris”.

(Irfan Ridlowi)

Sumber : independent.co.uk

back to top