Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Batas usia pendonor sperma hingga 45 tahun

Batas usia pendonor sperma hingga 45 tahun

Inggris-KoPi, Batas usia pendonor sperma saat ini adalah 40 tahun. Hal itu berdasarkan pada studi sebelumnya yang menemukan bahwa penurunan kualitas sperma karena bertambahnya usia seorang pria.

Namun sebuah studi oleh Newcastle Fertility di Centre for Life menemukan bahwa klinik IVF bisa menggunakan sperma pria yang lebih tua karena mereka mampu memilih seseorang yang cukup sehat.

Dr. Meenakshi Choudhary berkata kepada The Daily Telegraph, "Kualitas sperma lebih penting daripada masalah usia seorang pria”.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa adanya sedikit pengaruh yang ditimbulkan sampai usia 45 tahun, tetapi pendonor sperma berasal dari orang yang dipilih berdasarkan kualitas sperma yang baik”.

"Mudah-mudahan penelitian ini dapat memberikan wanita sebuah harapan besar bahwa peluang mereka untuk mempunyai anak tidak ada masalah jika mereka harus memilih pendonor yang lebih tua”.

Dr. Choudhary mengatakan, “Beberapa studi telah menemukan usia memiliki efek pada mutasi DNA yang mungkin menjelaskan tingkat keguguran yang lebih tinggi dan cacat lahir. Sebagai tambahan, bahwa usia seorang pria itu berhubungan dengan gangguan jangka panjang pada keturunannya nanti”.

Tapi dia mengatakan bukti yang tersedia terbatas, “Masih ada lagi tentang persetujuan usia seorang pendonor dan hasil tes kesuburannya”.
Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Uropean Society of Human Reproduction and Embryology.

Namun Profesor Allan Pacey, ketua British Fertility Society menentang penaikan batas usia pendonor hingga 45 tahun karena efek yang mungkin terjadi pada kesehatan keturunannya nanti. Dia juga mengatakan hanya sekitar 5 persen dari pria yang lolos seleksi sebagai pendonor sperma yang bisa diterima.

Profesor Allan Pacey  juga berkata, "Saya mendapatkan bisikan kecil, dengan tekanan yang meningkat karena kurangnya pendonor sperma. Masyarakat juga tidak terlalu antusias untuk mengikuti seleksi tingkat kualitas sperma dan itu menjadi sebuah kekhawatiran. Sederhanaya kami tidak memiliki pendonor sperma yang cukup di Inggris”.

(Irfan Ridlowi)

Sumber : independent.co.uk

back to top