Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Awas cataract back log!

Awas cataract back log!

 

Dokter Erry menyebutkan besarnya angka tersebut akan menyebabkan cataract back log.

Ia menjelaskan, misalnya dari angka penduduk 1 juta jiwa, dan 3 persen menderita katarak. Artinya ada 30 ribu penderita katarak. Masalahnya, berapa kemampuan dokter mata mengoperasi penderita katarak dalam satu tahun?

“Katakanlah dokter spesialis mata mampu melakukan 200 operasi sebulan, artinya dalam setahun dokter mata bisa mengoperasi 2400 orang. Tapi masih ada 17.800 orang yang masih belum tersentuh, baik itu karena biaya, edukasi, atau macam-macam. Dan tiap tahun penderita katarak terus bertambah, baik karena pertambahan penduduk atau pertambahan usia. Jadi yang tidak tersentuh makin lama makin menumpuk dan tidak tertangani, jadi back log,” jelas Dokter Erry di kliniknya. Dia sendiri biasa mengoperasi 200 pasien dalam sebulan.

Sebagai dokter yang kerap mengikuti dan mengadakan operasi katarak gratis, Dokter Erry menggambarkan bagaimana sulitnya menjangkau mereka yang membutuhkan. Meskipun kegiatan itu diumumkan melalui radio atau hingga ke saluran pengumuman desa, biasanya yang bersedia datang hanya berkisar 100 orang.

“Padahal kendala biaya sudah kami selesaikan. Biasanya kalau kita mengadakan operasi gratis, bagi yang punya BPJS kita utamakan BPJS. Kalau bukan peserta BPJS biasanya kita gratiskan. Namun itu pun masih tidak bisa mengcover lebih banyak,” ujar Dokter Erry.

Keengganan masyarakat tersebut bisa jadi karena beragam alasan. Ada yang karena takut, ada yang khawatir masalah biaya, faktor jarak, dan lain sebagainya.

Dokter Erry menjelaskan bahwa jumlah dokter mata di daerah-daerah sebenarnya memadai. Namun itu hanya untuk pelayanan kesehatan mata di mana pasien sendiri mendatangi dokter mata. Sedangkan untuk dokter mata yang datang langsung menjemput bola mencari pasien yang perlu dioperasi masih sangat sedikit. Ditambah lagi dokter spesialis mata memiliki kemampuan yang berbeda-beda, mulai dari kecepatan operasi, pengalaman, dan sebagainya, sangat bervariasi.

“Memang untuk masalah ini perlu edukasi pada masyarakat. Dan memang harus ada grace program, seperti operasi katarak massal,” tukasnya.  |Amanullah Ginanjar|

back to top