Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Aduh! Nekat sekali dokter ini

Aduh! Nekat sekali dokter ini

Lamongan-KoPi | Lelaki tinggi berwajah kalem ini adalah seorang dokter. Bukan hanya sekedar dokter namun pakar metode pengobatan canggih yang masih jarang di Indonesia. Pada tahun 1990 ia mendirikan Klinik Majapahit di Lamongan. Ia memiliki pasien sangat banyak dari Lamongan dan kota-kota lainnya. Bagi seorang dokter, itu sangat cukup dan luar biasa.

Akan tetapi paska dokter ini menyelesaikan spesialis kedokteran klinik dan mempelajari teknologi medis stem cell, ia ingin sekali masyarakat Indonesia bisa mendapatkan penanganan dari teknologi tersebut. Beberapa tahun dokter bernama lengkap dr. M. Syaifudin, M.Biomed. (AAM), MARS ini melakukan penelitian stem cell.

Harga penanganan penyakit dengan teknologi stem cell sangat mahal. Klinik dan rumah sakit di Amerika Serikat meminta biaya USA $10.000 atau setara 130 juta rupiah sekali treatment. Jika pasien membutuhkan empat kali treatment maka menghabiskan 420 juta rupiah. Harga ini sama dengan rumah sakit di Singapura, Malaysia dan Thailand. 

Mengapa mahal? Tentu saja karena teknologi ini ampu mengobati sakit-sakit degeneratif seperti sakit jantung, diabetes, liver, ginjal atau bahkan ingin meremajakan kulit wajah. Dokter Udin, sapaan akrabnya, selama beberapa tahun terakhir bekerja keras melakukan penelitian di Lab Rumah Sakit Majapahit dan beberapa kampus kedokteran Indonesia maupun luar negeri.

Dokter Udin ingin sekali teknologi ini bisa diterapkan untuk masyarakat Indonesia harga terjangkau. Maka setelah sekian lama penelitian dan presentasi ilmiah internasional, dokter Udin menemukan teknologi stem cell yang murah. Teknologi ini kemudian ia aplikasikan di RS Majapahit Lamongan.

Sudah lebih dari 247 pasein sakit ginjal, diabetes sampai jantung mengalami kesembuhan. Harga sekali treatment hanya sekitar 7-8 juta. Sehingga pasien yang ingin segera sembuh bisa mendapatkan treatment stem cell dengan paket penuh yaitu 4-5 treatment. 

Tentu saja apa yang dilakukan oleh dokter Udin tersebut telah 'keluar' dari harga internasional. Namun dokter berkacamata dan humoris ini bertekad.

"Saya tidak mengejar profit. Ini bukan bisnis. Saya memang nekat. Akan tetapi kenekatan saya ini demi masyarakat Indonesia yang sehat tanpa berbiaya mahal." Pungkas dokter Udin kepada KoPi.

Pengobatan metode stem cell sakit-sakit degeneratif seperti jantung, diabetes, ginjal sampai liver bersama dokter Udin bisa ke RS Majapahit Jl. Sunan Drajad, Ds. Sidomukti No. 20 Lamongan Jawa Timur. Masyarakat yang berada di luar kota bisa telpon ke +6232-2322906. | YP |

back to top