Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

800.000 orang bunuh diri tiap tahun, WHO ajak kordinasi

800.000 orang bunuh diri tiap tahun, WHO ajak kordinasi

Geneva-KoPi, lebih dari 800,000 orang meninggalkan dengan cara bunuh diri setiap tahunnya, dimana 75% bunuh diri terjadi di kalangan negara yang pendapatannya menengah ke bawah, kata organisasi kesehatan PBB, WHO pada hari Kamis dalam laporan yang pertamanya mengenai pencegahan bunuh diri.

Laporan tersebut berjudul Preventing Suicide: A Global Imperative, yang menekankan pada masalah semakin besarnya kasus bunuh diri, dan menggarisbawahi bahwa itu adalah fenomena global yang sedang terjadi di seluruh penjuru dunia yang terjadi pada semua umur.

Menurut laporan, berdasarkan gender, jumlah kasus bunuh diri lebih sering terjadi pada laki-laki dari pada perempuan. Kemudian, berdasarkan umur, kasus bunuh diri paling tinggi rata-rata terjadi pada orang usia 70 tahun ke atas. Laporan tersebut menunjukkan bahwa bunuh diri adalah kasus kedua penyebab kematian orang yang berumur antara 15-29 tahun secara umum.

Di negara kaya, jumlah laki-laki yang bunuh diri 3 kali lebih banyak dari pada perempuan, dan rata-rata laki-lakinya rata-rata berumur 50 tahun ke atas. Sedangkan di negara dengan pendapatan menengah ke bawah, anak muda dan perempuan tua lebih tinggi dari pada laki-laki.

Minum racun hama, gantung diri dan senjata api adalah yang cara yang paling lumrah untuk bunuh diri secara umum, kata laporan tersebut, dan menggaris bawahi bahwa dengan cara mengurangi alat-alat yang lumrah untuk digunakan bunuh diri bisa menjadi cara untuk menguranginya.

 

(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhua News

back to top