Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

4 jenis teh yang wajib anda ketahui

righ-sidet:malezone righ-sidet:malezone

Siapa sih yang tidak mengenal teh. Selain sebagai minuman dikala bersantai, teh juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya dapat mencegah penyakit kanker karena kandungan antioksidan dari tanaman yang bernama latin Camellia Sinensis ini.

 

KoPi - Namun tidak banyak masyarakat yang mengetahui jenis – jenis teh, banyak masyarakat yang menganggap teh hanya teh hitam saja atau yang sering disebut jasmine tea (teh melati) saja. Padahal teh sendiri dibagi menjadi empat jenis sesuai pengolahannya. Berikut ulasannya.

Teh Hitam (Black Tea)

Teh hitam atau biasa disebut teh merah ini paling banyak diproduksi di Indonesia, Indonesia sendiri merupakan pengekspor teh hitam ke – 5 terbesar didunia. Teh hitam dibuat dari daun teh yang digulung, difermentasi dan dikeringkan, waktu pengeringan daun teh yang akan diolah menjadi teh hitam lebih lama dibanding jenis teh yang lain. Jenis teh ini mengandung kafein tertinggi dibanding jenis – jenis teh yang lain. Teh hitam kaya akan manfaat diantaranya adalah meningkatkan kesehatan mulut karena kandungan polifenol yang terkandung dalam teh dapat membunuh bakteri jahat didalam mulut, selain itu teh hitam juga dapat melindungi tubuh dari ancaman radikal bebas dan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Teh Hijau (Green Tea)

Teh hijau dibuat tanpa proses frementasi, teh yang akan dibuat menjadi teh hijau biasanya lansung diproses setelah dipetik. Teh hijau dibuat dengan tingkat pemanasan paling minimum untuk mencegah oksidasi, cara tradisional membuat teh hijau dijepang dengan menggunakan uap. Teh hijau mengandung polifenol yang baik bagi tubuh, terutama kulit. Terdapat katekin yang sering disebut sebagai zat anti kanker. Selain itu teh hijau juga menjadi teh paling populer yang mampu menurunkan berat badan karena teh hijau terbukti dapat mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh.

Teh Putih (White Tea)

Teh putih dibuat tanpa melalui proses oksidasi dan dalam penanamannya teh putih terhindar dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil pada daun teh. Kandungan kafein pada teh putih paling kecil dibanding jenis teh yang lain. Minum segelas teh putih setara dengan mengkonsumsi 12 gelas jus jeruk segar. Manfaat teh putih selain mencegah pertumbuhan sel kanker juga dapat menurunkan kolesterol, melindungi jantung dan juga menurunkan kadar gula darah.

Teh Oolong (Oolong Tea)

Teh oolong mirip dengan teh hitam namum pengolahannya lebih singkat dari pengolahan teh hitam. Proses oksidasi pada teh oolong dihentikan ditengah – tengah antara teh hijau dan teh hitam.  Manfaat mengkonsumsi teh oolong hampir sama dengan manfaat meminum jenis teh hitam, teh putih dan teh hijau. Sebuah studi di Jepang menyebutkan bahwa mengkonsumsi teh oolong dapat mengurangi resiko penyakit jantung.

Suci Wulandari

back to top