Menu
Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun Menderita

Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun…

Kupang-KoPi| Rakyat kor...

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan Mahasiswa HI UMY ke Tiongkok

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan…

Bantul-KoPi| Nur Indah ...

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Sehat

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Seh…

Jogja-KoPi| Depresu bis...

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa Untuk Anak Desa Gamplong

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa…

Jogja-KoPi| Unit Kegiat...

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banya…

New Delhi-KoPi| Gubernu...

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kota Magelang

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kot…

Magelang-KoPi| Menyambu...

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi Dilema

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi…

Bantul-KoPi| Kemerdekaa...

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA KOMPENSASI BUKAN CSR

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA …

Kupang-KoPi| Gubernur N...

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gelar Workshop dan Pelatihan Make Up

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gela…

Jogja-KoPi| Mempunyai w...

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasan Bisnis Pada Calon Startup UGM

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasa…

Jogja-KoPi| Mantan CEO ...

Prev Next

Yogya siap hadirkan wisata religius

Yogya siap hadirkan wisata religius
Jogja-KoPi| Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Ruse Sutikno mengatakan Yogyakarta sudah siap jika menjadi tempat wisata halal. 
Wacana pemerintah pusat  dalam menciptakan wisata religi dan halal di Indonesia bagi wisatawan asing, Sutikno pun menyampaikan DIY sendiri sudah memiliki wisata religi. 
" Sebetulnya wisata religi kita sudah berjalan lama,misalnya kita ziarah ke Imogiri, Masjid Kauman dan Masjid Mataram Kota Gede, patok negara itu semua kan Wisata Religi. Seolah wacana ini belum kita canangkan namun sebenarnya sudah ada,"katanya saat diwawancarai di Dinas Pariwisata DIY, Kamis (13/7).
Dan berkaitan dengan wacana wisata halal sendiri Sutikno pun mengatakan sampai saat ini,dinas Pariwisata DIY belum melaksanakan wacana tersebut. Pasalnya pihaknya masih menunggu perintah pemerintah pusat.
"Itu masih menjadi  wacana  dan kewenangan pemerintah pusat,kita menunggu koordinasi pusat,"terangya.
 
Meski demikian, ia menuturkan Yogyakarta siap dalam membuat wisata halal.Sutikno menjelaskan potensi DIY untuk menarik wisatawan timur tengah muslim cukup besar. 
"Kalo dari pusat, memang saat ini pemerintah sedang mencari wisatawan dari timur tengah, malaysia ,pakistan. Beberapa tahun lalu memang tidak banyak, sekarang wisatawan timur tengah sudah banyak dengan presentase hampir 5% datang ke Yogya,"tuturnya.
Sebagai persiapan menciptakan wisata halal,DIY sendiri harus menyiapkan tempat dan layanan wisata yang halal. Beberapa tempat untuk layanan wisata di DIY sudah halal tanpa perlu diubah oleh Dinpar.
Seperti tempat kuIiner ,Sutikno menyebutkan hampir 99% makanan di DIY sudah halal. Dan juga layanan tempat tidur hotel dan kamar mandi di DIY pun juga sudah dipisahkan antara wanita dan pria.
"Hotel juga harus selektif  contohnya didepan pintu garuda tamu sudah ditanya apakah suami istri atau tidak,otomatis nanti disiapkan tempat tidurnya ,itulah salah aatu persyaratan menuju wisata halal,"tambahnya
Meski begitu, belum semua hotel menerapkan layanan tersebut. Pihak dinas pariwisata sendiri belum bergerak dalam menerapkan layanan halal. Sutikno pun kembali menenkan kan pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top