Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Menguak Pesona Taman Sari

Menguak Pesona Taman Sari

Yogyakarta-KoPi, Sepanjang sejarahnya Kraton Ngayogya Hadiningrat memiliki banyak peninggalan budaya yang adiluhung. Salah satunya situs budaya Taman Sari yang terletak di sebelah barat daya kraton Yogyakarta.  (18/6).

Pendirian Taman Sari pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I tahun 1758. Pemanfaatannya hanya sampai HB III. Gaya arsitekturnya ala Portugis, dengan arsitek asli dari Portugis yang dikenal Demang Tegis.

Berdiri di atas tanah seluas 36,66 Ha, komplek Taman Sari disesaki bangunan indah pada masa itu. Memuat setidaknya 59 bangunan di dalamnya. Urutan bangunan terdepan dari Gapura Pagelaran- Gapura Agung- Gapura Panggung- Gapura Kenari- Segaran Pulo. Namun sekarang bangunan Taman Sari hanya sekitar 12,66 Ha sisanya lapuk dimakan waktu dan bencana alam.

Taman Sari sangat multi fungsi. Balutan kemegahan arsitekturnya, tidak membatasi fungsi lainnya seperti basis pertahanan dan tempat relijius bagi sultan.

Basis pertahanan tampak pada adanya benteng yang mengelilingi situs. Gapura lengkap dengan pos penjagaan Serta urung-urung (jalan bawah tanah). Untuk ruang relijius pada Pulo Panembung dan Sumur Gumuling.
 
Untuk sarana rekreasi sultan dan para keluarganya, terdapat kolam (umbul) seperti Umbul Binangun, Kolam Garjitawati, Pasiraman Umbulsari, dan kolam Nagaluntak.

Pada pasiraman Umbul Binangun mempunyai tiga kolam yaitu Umbul Muncar, Kolam Kuras, dan Umbul Binangun. Antara Umbul Binangun-Kolam kuras dihubungkan saluran bentuk mulut naga.

Selain itu ada Pasarean Ledoksari berupa ruang khusus bagi sultan dan istrinya.

Bangunan lain yang cukup megah, Pulo Kenanga. Paviliun besar berfungsi untuk peristirahatan, kegiatan seni seperti tari dan membatik.

Reporter : Winda Efanur Fs

 

 

 

back to top