Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Menguak Pesona Taman Sari

Menguak Pesona Taman Sari

Yogyakarta-KoPi, Sepanjang sejarahnya Kraton Ngayogya Hadiningrat memiliki banyak peninggalan budaya yang adiluhung. Salah satunya situs budaya Taman Sari yang terletak di sebelah barat daya kraton Yogyakarta.  (18/6).

Pendirian Taman Sari pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I tahun 1758. Pemanfaatannya hanya sampai HB III. Gaya arsitekturnya ala Portugis, dengan arsitek asli dari Portugis yang dikenal Demang Tegis.

Berdiri di atas tanah seluas 36,66 Ha, komplek Taman Sari disesaki bangunan indah pada masa itu. Memuat setidaknya 59 bangunan di dalamnya. Urutan bangunan terdepan dari Gapura Pagelaran- Gapura Agung- Gapura Panggung- Gapura Kenari- Segaran Pulo. Namun sekarang bangunan Taman Sari hanya sekitar 12,66 Ha sisanya lapuk dimakan waktu dan bencana alam.

Taman Sari sangat multi fungsi. Balutan kemegahan arsitekturnya, tidak membatasi fungsi lainnya seperti basis pertahanan dan tempat relijius bagi sultan.

Basis pertahanan tampak pada adanya benteng yang mengelilingi situs. Gapura lengkap dengan pos penjagaan Serta urung-urung (jalan bawah tanah). Untuk ruang relijius pada Pulo Panembung dan Sumur Gumuling.
 
Untuk sarana rekreasi sultan dan para keluarganya, terdapat kolam (umbul) seperti Umbul Binangun, Kolam Garjitawati, Pasiraman Umbulsari, dan kolam Nagaluntak.

Pada pasiraman Umbul Binangun mempunyai tiga kolam yaitu Umbul Muncar, Kolam Kuras, dan Umbul Binangun. Antara Umbul Binangun-Kolam kuras dihubungkan saluran bentuk mulut naga.

Selain itu ada Pasarean Ledoksari berupa ruang khusus bagi sultan dan istrinya.

Bangunan lain yang cukup megah, Pulo Kenanga. Paviliun besar berfungsi untuk peristirahatan, kegiatan seni seperti tari dan membatik.

Reporter : Winda Efanur Fs

 

 

 

back to top