Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Menengok gua kematian di Jepang

Menengok gua kematian di Jepang

Jepang-KoPi, Kebanyakan orang berkunjung ke Jepang, khususnya wilayah Okinawa, untuk menikmati pantai-pantai yang indah. Tetapi, ternyata ada sisi yang agak gelap di Okinawa yang hanya sedikit orang saja yang mengetahuinya, ada beberapa gua yang tersembunyi disana.

Terletak di bagian ujung Selatan Jepang, gua-gua kapur di Okinawa adalah situs kematian yang tak terhitung selama masa Pertempuran Okinawa (1945), kampanye besar Perang Dunia II yang terakhir. Ada lebih dari 200,000 tentara dan masyarakat sipil yang meninggal dalam pertempuran tersebut. Pertempuran ini terjadi secara ekstensif di bawah tanah melalui jaringan gua dan terowongan.


Gua-gua batu alami itu diperluas menjadi jaringan terowongan raksasa oleh tentara militer Jepang untuk mencapai permukaan. Banyak orang yang melakukan bunuh diri di gua-gua tersebut, yang juga digunakan sebagai lubang perlindungan sekaligus rumah sakit, agar tidak tertangkap oleh pasukan Amerika.


Serakan ulang-tulang, botol air tua, pisau dan bahkan sejumlah gigi pun dapat ditemui di gua-gua tersebut. Akan tetapi, tak hanya kesuraman dan malapetaka yang dapat ditemui di dalam gua. Di gua-gua tersebut pengunjung dapat melihat aliran arus yang berkilau, air terjun dan juga stalaktit yang berwarna-warni yang berusia lebih dari 300,000 tahun.


Beberapa gua dan terowongan berukuran 5 kilometer sudah dipugar dan dibuka untuk umum. Ada juga perluasan sekitar 850 meter untuk tempat umum. Di tempat itu, dibangun juga beberapa museum dan tugu peringatan.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au


back to top