Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Menengok gua kematian di Jepang

Menengok gua kematian di Jepang

Jepang-KoPi, Kebanyakan orang berkunjung ke Jepang, khususnya wilayah Okinawa, untuk menikmati pantai-pantai yang indah. Tetapi, ternyata ada sisi yang agak gelap di Okinawa yang hanya sedikit orang saja yang mengetahuinya, ada beberapa gua yang tersembunyi disana.

Terletak di bagian ujung Selatan Jepang, gua-gua kapur di Okinawa adalah situs kematian yang tak terhitung selama masa Pertempuran Okinawa (1945), kampanye besar Perang Dunia II yang terakhir. Ada lebih dari 200,000 tentara dan masyarakat sipil yang meninggal dalam pertempuran tersebut. Pertempuran ini terjadi secara ekstensif di bawah tanah melalui jaringan gua dan terowongan.


Gua-gua batu alami itu diperluas menjadi jaringan terowongan raksasa oleh tentara militer Jepang untuk mencapai permukaan. Banyak orang yang melakukan bunuh diri di gua-gua tersebut, yang juga digunakan sebagai lubang perlindungan sekaligus rumah sakit, agar tidak tertangkap oleh pasukan Amerika.


Serakan ulang-tulang, botol air tua, pisau dan bahkan sejumlah gigi pun dapat ditemui di gua-gua tersebut. Akan tetapi, tak hanya kesuraman dan malapetaka yang dapat ditemui di dalam gua. Di gua-gua tersebut pengunjung dapat melihat aliran arus yang berkilau, air terjun dan juga stalaktit yang berwarna-warni yang berusia lebih dari 300,000 tahun.


Beberapa gua dan terowongan berukuran 5 kilometer sudah dipugar dan dibuka untuk umum. Ada juga perluasan sekitar 850 meter untuk tempat umum. Di tempat itu, dibangun juga beberapa museum dan tugu peringatan.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au


back to top