Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Menengok gua kematian di Jepang

Menengok gua kematian di Jepang

Jepang-KoPi, Kebanyakan orang berkunjung ke Jepang, khususnya wilayah Okinawa, untuk menikmati pantai-pantai yang indah. Tetapi, ternyata ada sisi yang agak gelap di Okinawa yang hanya sedikit orang saja yang mengetahuinya, ada beberapa gua yang tersembunyi disana.

Terletak di bagian ujung Selatan Jepang, gua-gua kapur di Okinawa adalah situs kematian yang tak terhitung selama masa Pertempuran Okinawa (1945), kampanye besar Perang Dunia II yang terakhir. Ada lebih dari 200,000 tentara dan masyarakat sipil yang meninggal dalam pertempuran tersebut. Pertempuran ini terjadi secara ekstensif di bawah tanah melalui jaringan gua dan terowongan.


Gua-gua batu alami itu diperluas menjadi jaringan terowongan raksasa oleh tentara militer Jepang untuk mencapai permukaan. Banyak orang yang melakukan bunuh diri di gua-gua tersebut, yang juga digunakan sebagai lubang perlindungan sekaligus rumah sakit, agar tidak tertangkap oleh pasukan Amerika.


Serakan ulang-tulang, botol air tua, pisau dan bahkan sejumlah gigi pun dapat ditemui di gua-gua tersebut. Akan tetapi, tak hanya kesuraman dan malapetaka yang dapat ditemui di dalam gua. Di gua-gua tersebut pengunjung dapat melihat aliran arus yang berkilau, air terjun dan juga stalaktit yang berwarna-warni yang berusia lebih dari 300,000 tahun.


Beberapa gua dan terowongan berukuran 5 kilometer sudah dipugar dan dibuka untuk umum. Ada juga perluasan sekitar 850 meter untuk tempat umum. Di tempat itu, dibangun juga beberapa museum dan tugu peringatan.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au


back to top