Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Menengok gua kematian di Jepang

Menengok gua kematian di Jepang

Jepang-KoPi, Kebanyakan orang berkunjung ke Jepang, khususnya wilayah Okinawa, untuk menikmati pantai-pantai yang indah. Tetapi, ternyata ada sisi yang agak gelap di Okinawa yang hanya sedikit orang saja yang mengetahuinya, ada beberapa gua yang tersembunyi disana.

Terletak di bagian ujung Selatan Jepang, gua-gua kapur di Okinawa adalah situs kematian yang tak terhitung selama masa Pertempuran Okinawa (1945), kampanye besar Perang Dunia II yang terakhir. Ada lebih dari 200,000 tentara dan masyarakat sipil yang meninggal dalam pertempuran tersebut. Pertempuran ini terjadi secara ekstensif di bawah tanah melalui jaringan gua dan terowongan.


Gua-gua batu alami itu diperluas menjadi jaringan terowongan raksasa oleh tentara militer Jepang untuk mencapai permukaan. Banyak orang yang melakukan bunuh diri di gua-gua tersebut, yang juga digunakan sebagai lubang perlindungan sekaligus rumah sakit, agar tidak tertangkap oleh pasukan Amerika.


Serakan ulang-tulang, botol air tua, pisau dan bahkan sejumlah gigi pun dapat ditemui di gua-gua tersebut. Akan tetapi, tak hanya kesuraman dan malapetaka yang dapat ditemui di dalam gua. Di gua-gua tersebut pengunjung dapat melihat aliran arus yang berkilau, air terjun dan juga stalaktit yang berwarna-warni yang berusia lebih dari 300,000 tahun.


Beberapa gua dan terowongan berukuran 5 kilometer sudah dipugar dan dibuka untuk umum. Ada juga perluasan sekitar 850 meter untuk tempat umum. Di tempat itu, dibangun juga beberapa museum dan tugu peringatan.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au


back to top