Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kepedasan? Jangan minum air!

Kepedasan? Jangan minum air!
KoPi. Makanan pedas memang sudah lekat dengan dunia kuliner Nusantara. Bahkan beberapa masyarakat Indonesia tidak bisa makan tanpa didampingi sambal atau potongan cabai. Semakin pedas rasa makanan, bagi beberapa orang semakin nikmat rasanya, dan semakin menambaj nafsu makan. tapi ada juga orang yang tidak suka sensasi rasa pedas di lidah.
 

Bagi yang tidak suka pedas tapi telanjur makan makanan yang pedas mungkin akan panik mencari air minum. Namun ternyata hal itu tidak disarankan. Mengapa? Simak beberapa tips dalam menghadapi rasa pedas berikut.

Yang perlu dilakukan setelah makan makanan pedas

Minum susu

Susu murni mengandung kasein, senyawa yang mengikat minyak yang timbul akibat makanan pedas dan membasuh rasa pedas dari tenggorokan. Pabrik korek api menggunakan kasein untuk industri untuk mencegah percikan api muncul. Pilih susu murni, bukan susu instan atau full cream.

Mengecap gula atau garam

Jika kita ingat waktu kecil, ibu kita biasanya memberi gula pada anak-anak yang tak sengaja memakan cabe atau makanan pedas. Mengecap sedikit gula, kira-kira sesendok teh, memang bisa melawan rasa pedas yang timbul. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan garam, karena garam akan menghisap rasa pedas pada lidah. Hal ini juga bisa dilakukan pada waktu memasak. Dengan menambahkan garam pada masakan yang terlalu pedas, rasa pedas masakan akan berkurang.

Makan nasi, roti, atau biskuit

Kadang kita datang ke sebuah warung makan dan mendapati sambal yang disajikan terlampau pedas. Jangan panik, ambil sesuap nasi dan segera kunyah. Nasi, roti, atau biskuit memiliki tekstur yang kasar, sehingga membuat lidah berfokus pada tekstur makanan-makanan tersebut. Trik ini akan membuat lidah sibuk, dan alhasil rasa pedas akan berlalu seiring dengan waktu.

Makan buah jeruk-jerukan

Sering kita menjumpai sambal ulek yang disajikan dengan seiris jeruk nipis. Selain memberikan efek segar pada sambal, irisan jeruk nipis juga membantu mengurangi efek rasa pedas sambal pada lidah. Minyak pada buah jeruk nipis atau jeruk manis dapat mengikat minyak yang timbul dari cabe atau masakan pedas, dan akan menggelontor rasa pedas dari tenggorokan.

Jangan lakukan ini jika tak tahan pedas!

Minum air

Jika makanan yang kita makan terlalu pedas, otomatis kita akan mencari air untuk menghilangkan rasa pedas tersebut. Namun hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Mengapa? Air dalam suhu berapa pun, baik dingin maupun panas, tidak membantu mengurangi rasa terbakar pada lidah. Ketika orang meminum air, rasa pedas justru akan menyebar di dalam mulut. 

Minum minuman berkarbonasi

Sebagian besar bahan minuman berkarbonasi adalah air, dan itu jadi alasan yang sama untuk tidak meminum soda. Efek soda yang menggelitik lidah juga hanya memperburuk keadaan karena syaraf penerima rasa sakit pada lidah sudah terbebani rasa pedas.

Minum kopi

Lagi-lagi dengan alasan sama, kopi mengandung air. Lebih parah lagi, kopi bersifat asam yang akan mempengaruhi kerja lambung. Minum kopi setelah makan makanan pedas, baik kopi panas maupun es kopi, hanya akan membuat Anda terkena maag. Tunggu sampai lidah tidak lagi terbakar dan perut mulai nyaman, baru Anda bisa menikmati kopi.

Sumber: The Daily Meal

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

back to top