Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kepedasan? Jangan minum air!

Kepedasan? Jangan minum air!
KoPi. Makanan pedas memang sudah lekat dengan dunia kuliner Nusantara. Bahkan beberapa masyarakat Indonesia tidak bisa makan tanpa didampingi sambal atau potongan cabai. Semakin pedas rasa makanan, bagi beberapa orang semakin nikmat rasanya, dan semakin menambaj nafsu makan. tapi ada juga orang yang tidak suka sensasi rasa pedas di lidah.
 

Bagi yang tidak suka pedas tapi telanjur makan makanan yang pedas mungkin akan panik mencari air minum. Namun ternyata hal itu tidak disarankan. Mengapa? Simak beberapa tips dalam menghadapi rasa pedas berikut.

Yang perlu dilakukan setelah makan makanan pedas

Minum susu

Susu murni mengandung kasein, senyawa yang mengikat minyak yang timbul akibat makanan pedas dan membasuh rasa pedas dari tenggorokan. Pabrik korek api menggunakan kasein untuk industri untuk mencegah percikan api muncul. Pilih susu murni, bukan susu instan atau full cream.

Mengecap gula atau garam

Jika kita ingat waktu kecil, ibu kita biasanya memberi gula pada anak-anak yang tak sengaja memakan cabe atau makanan pedas. Mengecap sedikit gula, kira-kira sesendok teh, memang bisa melawan rasa pedas yang timbul. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan garam, karena garam akan menghisap rasa pedas pada lidah. Hal ini juga bisa dilakukan pada waktu memasak. Dengan menambahkan garam pada masakan yang terlalu pedas, rasa pedas masakan akan berkurang.

Makan nasi, roti, atau biskuit

Kadang kita datang ke sebuah warung makan dan mendapati sambal yang disajikan terlampau pedas. Jangan panik, ambil sesuap nasi dan segera kunyah. Nasi, roti, atau biskuit memiliki tekstur yang kasar, sehingga membuat lidah berfokus pada tekstur makanan-makanan tersebut. Trik ini akan membuat lidah sibuk, dan alhasil rasa pedas akan berlalu seiring dengan waktu.

Makan buah jeruk-jerukan

Sering kita menjumpai sambal ulek yang disajikan dengan seiris jeruk nipis. Selain memberikan efek segar pada sambal, irisan jeruk nipis juga membantu mengurangi efek rasa pedas sambal pada lidah. Minyak pada buah jeruk nipis atau jeruk manis dapat mengikat minyak yang timbul dari cabe atau masakan pedas, dan akan menggelontor rasa pedas dari tenggorokan.

Jangan lakukan ini jika tak tahan pedas!

Minum air

Jika makanan yang kita makan terlalu pedas, otomatis kita akan mencari air untuk menghilangkan rasa pedas tersebut. Namun hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Mengapa? Air dalam suhu berapa pun, baik dingin maupun panas, tidak membantu mengurangi rasa terbakar pada lidah. Ketika orang meminum air, rasa pedas justru akan menyebar di dalam mulut. 

Minum minuman berkarbonasi

Sebagian besar bahan minuman berkarbonasi adalah air, dan itu jadi alasan yang sama untuk tidak meminum soda. Efek soda yang menggelitik lidah juga hanya memperburuk keadaan karena syaraf penerima rasa sakit pada lidah sudah terbebani rasa pedas.

Minum kopi

Lagi-lagi dengan alasan sama, kopi mengandung air. Lebih parah lagi, kopi bersifat asam yang akan mempengaruhi kerja lambung. Minum kopi setelah makan makanan pedas, baik kopi panas maupun es kopi, hanya akan membuat Anda terkena maag. Tunggu sampai lidah tidak lagi terbakar dan perut mulai nyaman, baru Anda bisa menikmati kopi.

Sumber: The Daily Meal

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

back to top