Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Festival Jajanan Kekoenoan Yogyakarta

Festival Jajanan Kekoenoan Yogyakarta

Jogjakarta-KoPi| Dalam upaya mengenalkan kuliner Yogya dari masa ke masa, XO Event Organizer mengadakan 'Festival Jajanan Kekoenoan' di Jogja Expo Center mulai Kamis, 22-26 Oktober 2015.

Humas Festival Jajanan Kekoenoan, Angela Fertilisty menjelaskan festival jajanan kekoenoan menjadi wadah kreativitas kuliner Yogyakarta.

"Wadah bagi temen-temen yang bergerak di bidang kuliner, untuk kreasi lalu dipadukan tampilan jaman dulu, ini karya seni menjadi destinasi wisata", jelas Angela.

Angela menambahkan tersedia 109 stand jajanan kuliner, terdiri dari stand jajanan lawas dan jajanan modern.

Meski mengambil tema jajanan kekoenoan, jajanan modern tetap ikut serta. Pasalnya sasaran pengunjung keluarga dan kalangan remaja.

"Akulturasi makanan juga, brongkos, es potong jaman dulu, tapi jangan khawatir remajanya ada beberapa makanan kekinian," imbuh Angela.

Sementara salah satu stand jajanan lawas wedhang gedhang, Sutatminah merasa terbantu dengan festival jajanan kekoenoaan. Bisa menjadi sarana untuk promosi produk.

"Semoga sering sering adain seperti ini mengingatkan pada jajanan masa lalu, membuat masyarakat ngerti jajanan kita sendiri," tutur Sutatminah.

Sutatminah bersama rekannya menjual wedhang gedhang dan aneka sambal keraton dulu. Wedhang gedhang merupakan minuman khas dari Kaliurang yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh.

Sedangkan sambal keraton merupaka aneka sambal yang dikonsumsi keluarga ketaton pada zaman dahulu.

Namun Sutaminah menyayangkan pengunjung yang datang kebanyakan dari kalangan anak muda. Mereka lebih tertarik jajanan modern daripada jajanan lawas.

"Pengunjung yang datang muda-mudi yang sukanya jajanan modern," kata Sutatminah. |Winda Efanur FS|

back to top