Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Festival Jajanan Kekoenoan Yogyakarta

Festival Jajanan Kekoenoan Yogyakarta

Jogjakarta-KoPi| Dalam upaya mengenalkan kuliner Yogya dari masa ke masa, XO Event Organizer mengadakan 'Festival Jajanan Kekoenoan' di Jogja Expo Center mulai Kamis, 22-26 Oktober 2015.

Humas Festival Jajanan Kekoenoan, Angela Fertilisty menjelaskan festival jajanan kekoenoan menjadi wadah kreativitas kuliner Yogyakarta.

"Wadah bagi temen-temen yang bergerak di bidang kuliner, untuk kreasi lalu dipadukan tampilan jaman dulu, ini karya seni menjadi destinasi wisata", jelas Angela.

Angela menambahkan tersedia 109 stand jajanan kuliner, terdiri dari stand jajanan lawas dan jajanan modern.

Meski mengambil tema jajanan kekoenoan, jajanan modern tetap ikut serta. Pasalnya sasaran pengunjung keluarga dan kalangan remaja.

"Akulturasi makanan juga, brongkos, es potong jaman dulu, tapi jangan khawatir remajanya ada beberapa makanan kekinian," imbuh Angela.

Sementara salah satu stand jajanan lawas wedhang gedhang, Sutatminah merasa terbantu dengan festival jajanan kekoenoaan. Bisa menjadi sarana untuk promosi produk.

"Semoga sering sering adain seperti ini mengingatkan pada jajanan masa lalu, membuat masyarakat ngerti jajanan kita sendiri," tutur Sutatminah.

Sutatminah bersama rekannya menjual wedhang gedhang dan aneka sambal keraton dulu. Wedhang gedhang merupakan minuman khas dari Kaliurang yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh.

Sedangkan sambal keraton merupaka aneka sambal yang dikonsumsi keluarga ketaton pada zaman dahulu.

Namun Sutaminah menyayangkan pengunjung yang datang kebanyakan dari kalangan anak muda. Mereka lebih tertarik jajanan modern daripada jajanan lawas.

"Pengunjung yang datang muda-mudi yang sukanya jajanan modern," kata Sutatminah. |Winda Efanur FS|

back to top