Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Festival Jajanan Kekoenoan Yogyakarta

Festival Jajanan Kekoenoan Yogyakarta

Jogjakarta-KoPi| Dalam upaya mengenalkan kuliner Yogya dari masa ke masa, XO Event Organizer mengadakan 'Festival Jajanan Kekoenoan' di Jogja Expo Center mulai Kamis, 22-26 Oktober 2015.

Humas Festival Jajanan Kekoenoan, Angela Fertilisty menjelaskan festival jajanan kekoenoan menjadi wadah kreativitas kuliner Yogyakarta.

"Wadah bagi temen-temen yang bergerak di bidang kuliner, untuk kreasi lalu dipadukan tampilan jaman dulu, ini karya seni menjadi destinasi wisata", jelas Angela.

Angela menambahkan tersedia 109 stand jajanan kuliner, terdiri dari stand jajanan lawas dan jajanan modern.

Meski mengambil tema jajanan kekoenoan, jajanan modern tetap ikut serta. Pasalnya sasaran pengunjung keluarga dan kalangan remaja.

"Akulturasi makanan juga, brongkos, es potong jaman dulu, tapi jangan khawatir remajanya ada beberapa makanan kekinian," imbuh Angela.

Sementara salah satu stand jajanan lawas wedhang gedhang, Sutatminah merasa terbantu dengan festival jajanan kekoenoaan. Bisa menjadi sarana untuk promosi produk.

"Semoga sering sering adain seperti ini mengingatkan pada jajanan masa lalu, membuat masyarakat ngerti jajanan kita sendiri," tutur Sutatminah.

Sutatminah bersama rekannya menjual wedhang gedhang dan aneka sambal keraton dulu. Wedhang gedhang merupakan minuman khas dari Kaliurang yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh.

Sedangkan sambal keraton merupaka aneka sambal yang dikonsumsi keluarga ketaton pada zaman dahulu.

Namun Sutaminah menyayangkan pengunjung yang datang kebanyakan dari kalangan anak muda. Mereka lebih tertarik jajanan modern daripada jajanan lawas.

"Pengunjung yang datang muda-mudi yang sukanya jajanan modern," kata Sutatminah. |Winda Efanur FS|

back to top