Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Festival Jajanan Kekoenoan Yogyakarta

Festival Jajanan Kekoenoan Yogyakarta

Jogjakarta-KoPi| Dalam upaya mengenalkan kuliner Yogya dari masa ke masa, XO Event Organizer mengadakan 'Festival Jajanan Kekoenoan' di Jogja Expo Center mulai Kamis, 22-26 Oktober 2015.

Humas Festival Jajanan Kekoenoan, Angela Fertilisty menjelaskan festival jajanan kekoenoan menjadi wadah kreativitas kuliner Yogyakarta.

"Wadah bagi temen-temen yang bergerak di bidang kuliner, untuk kreasi lalu dipadukan tampilan jaman dulu, ini karya seni menjadi destinasi wisata", jelas Angela.

Angela menambahkan tersedia 109 stand jajanan kuliner, terdiri dari stand jajanan lawas dan jajanan modern.

Meski mengambil tema jajanan kekoenoan, jajanan modern tetap ikut serta. Pasalnya sasaran pengunjung keluarga dan kalangan remaja.

"Akulturasi makanan juga, brongkos, es potong jaman dulu, tapi jangan khawatir remajanya ada beberapa makanan kekinian," imbuh Angela.

Sementara salah satu stand jajanan lawas wedhang gedhang, Sutatminah merasa terbantu dengan festival jajanan kekoenoaan. Bisa menjadi sarana untuk promosi produk.

"Semoga sering sering adain seperti ini mengingatkan pada jajanan masa lalu, membuat masyarakat ngerti jajanan kita sendiri," tutur Sutatminah.

Sutatminah bersama rekannya menjual wedhang gedhang dan aneka sambal keraton dulu. Wedhang gedhang merupakan minuman khas dari Kaliurang yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh.

Sedangkan sambal keraton merupaka aneka sambal yang dikonsumsi keluarga ketaton pada zaman dahulu.

Namun Sutaminah menyayangkan pengunjung yang datang kebanyakan dari kalangan anak muda. Mereka lebih tertarik jajanan modern daripada jajanan lawas.

"Pengunjung yang datang muda-mudi yang sukanya jajanan modern," kata Sutatminah. |Winda Efanur FS|

back to top