Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Banyuwangi ajak Chef Juna promosikan kuliner khas Suku Osing

Banyuwangi ajak Chef Juna promosikan kuliner khas Suku Osing

BANYUWANGI – Agenda wisata tahunan Banyuwangi Festival kembali menghadirkan ajang promosi kuliner lokal. Tahun ini, Festival Banyuwangi Kuliner menghadirkan tema ”pecel pitik”, sebuah kuliner tradisional khas Suku Osing (masyarakat asli Banyuwangi).

“Setiap tahun kami sajikan tema yang berbeda untuk mempromosikan khazanah kekayaan kuliner lokal Banyuwangi. Beberapa tema kulier yang pernah diangkat pada tahun-tahun sebelumnya adalah rujak soto, sego cawuk, dan nasi tempong," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka Festival Banyuwangi Kuliner, Rabu (12/4). Untuk meningkatkan ketertarikan, Banyuwangi menghadirkan Chef Juna, salah satu juru masak terkenal dan juri program Master Chef Indonesia yang digelar salah satu televisi nasional.

Pecel Pitik adalah makanan berbahan utama ayam kampung bakar yang disuwir dengan parutan kelapa. Pitik dalam bahasa setempat berarti ayam. "Pecel pitik ini beda, kuliner lokal yang hampir menyerupai masakan ini tidak pernah saya temui. Ayam kampungnya dibakar, disuwir kecil-kecil, lalu dicampur dengan parutan kelapa berbumbu. Cukup unik," kata Anas.

”Mengapa kuliner kami festivalkan? Karena salah satu tujuan utama wisatawan adalah kuliner. Dengan festival ini, pamor kuliner lokal Banyuwangi bisa meningkat, ini upaya kami mem-branding kuliner lokal, sehingga warung-warung rakyat bisa makin laris,” imbuh Anas.

Kehadiran Chef Juna di festival ini dimaksudkan bisa memicu kreasi pelaku kuliner. Chef Juna melakukan demo masak dan mencontohkan penyajian pecel pitik yang lebih menarik. "Saya sering dengar Banyuwangi, tapi baru pertama kali ke sini. Warganya ramah, kulinernya unik-unik. Ada ciri khas pada kuliner Banyuwangi yang tak ditemui di tempat lain, seperti pada aspek perpaduan bumbu dan bahkan perpaduan jenis makanan. Rasanya enak. Tapi rasa enak tidak cukup, harus disajikan dengan menarik," kata Chef Juna.

Chef Juna melakukan demo masak pecel pitik. Selain memanggang ayam, dia juga membuat bumbu yang terdiri atas beragam sayur dan rempah. Menurut dia, kuliner pecel pitik ini olahan yang berbeda dari masakan nusantara lainnya, khususnya yang menggunakan ayam.

”Olahan pecel pitik ini khasnya pada kelapanya. Biasanya ayam dimasak dengan bumbu, tapi di Banyuwangi dimasak dengan bumbu, kelapa, dan ditambah kacang, jadi triple, dan masaknya bareng. Hasilnya pecel pitik kaya rasa dan enak. Ini kuliner nusantara yang unik,” kata Chef Juna yang tertarik untuk menjadikan pecel pitik salah satu menu di restoran miliknya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Banyuwangi, Alief Kartiono menambahkan, festival kuliner ini melibatkan 190 peserta yang terdiri atas warung penjual kuliner pecel pitik, pelaku restoran dan jasa boga.

”Semuanya berlomba menyajikan pecel pitik terbaik. Ini dibikin lomba agar rasa dan cara penyajiannya bisa terstandardisasi dengan baik, sehingga tidak mengecewakan wisatawan. Para pengunjung bisa menikmati pecel pitik dan masakan khas dari seluruh Banyuwangi lainnya selama 12 - 16 April di Taman Blambangan,” ujarnya.

back to top