Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Kain songket Desa Sukarara bernilai tinggi

 Pic. From : http://lombok.panduanwisata.com/oleh-oleh/berburu-songket-indah-khas-lombok-di-sukarara/ Pic. From : http://lombok.panduanwisata.com/oleh-oleh/berburu-songket-indah-khas-lombok-di-sukarara/
Lombok-KoPi-Lombok tidak hanya terkenal dengan wisata laut dan keeksotisan alamnya, tetapi juga sebagai penghasil kain tenun tradisional dan songket di Indonesia. Kain tenun sendiri menjadi sangat popular karena sering kali digunakan oleh para perancang busana baik lokal maupun internasional.

 

Salah satu desa yang menjadi pusat kerajinan kain tenun di Lombok adalah Desa Sukarara. Menempuh waktu selama 30 menit dari kota Mataram dengan menggunakan perjalanan darat.

Sebagian besar kaum perempuan di desa ini bekerja sebagai penenun. Sejak kecil diwajibkan bagi setiap perempuan untuk belajar menenun, keahlian menenun biasanya diwariskan oleh ibu kepada anak gadisnya.

Bagi masyarakat Lombok pada jaman dahulu kecantikan perempuan dilihat dari seberapa bisa dia menenun, selain itu perempuan yang sudah lihai dalam menenun dianggap sudah siap untuk menikah.

Pekerjaan menenun biasanya dilakukan di halaman rumah sehingga wisatawan dapat melihat kegiatan menenun di sepanjang jalan Sukarara. Gadis – gadis di Desa Sukarara mulai menenun dari motif awal yang paling sederhana hingga motif yang paling sulit.

Diantaranya adalah  motif – motif   rumah adat, lumbung, tokek dan yang lainnya. Bahan baku yang digunakan merupakan bahan – bahan dengan kualitas yang baik. Pengerjaan seutas kain tenun dapat memakan waktu dua minggu hingga dua setengah bulan, sesuai dengan tingkat kesulitannya.

Dalam pemilihan warnanya, penenun di Desa Sukarara juga mengambil pewarna dari alam, dari pohon jati, daun mahoni, anggur, pandan dan juga kulit manggis. Motif songket berwarna cerah merupakan salah satu motif tenun unggulan desa Sukarara. 

Berada di kecamatan Jonggot, Kabupaten Lombok Tengah, setiap penduduk di desa ini memiliki alat tenun tradisional. Bagi mereka menenun adalah denyut nadi kehidupan mereka untuk melestarikan warisan nenek moyang.

Harga sebuah kain tenun songket dibandrol berdasarkan tingkat kesulitan dalam pembuatannya. Rata – rata harga kain tenun antara seratus ribu hingga lima juta rupiah.

Namun sekarang ini, untuk mendapatkan kain tenun songket dari desa Sukarara tidak perlu jauh – jauh pergi ke Lombok, banyak desainer yang mulai menjadikan kain tenun khas desa Sukarara menjadi produk unggulan mereka yang juga sudah dijual baik melalui online ataupun offline di outlet – outlet yang tersebar diseluruh Indonesia.

 Reporter: Suci Wulandari


back to top