Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Indonesia usulkan peraturan bebas-visa bagi anggota OIC

Indonesia usulkan peraturan bebas-visa bagi anggota OIC

Indonesia-KoPi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu, mengusulkan agar anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) meresmikan peraturan bebas-visa untuk menaikkan sektor pariwisata.

“Saya sudah mengusulkan agar OIC meresmikan fasilitas bebas-visa bagi negara-negara anggotanya. Tujuannya adalah untuk memudahkan gerakan itu sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah wisatawan,” paparnya kepada wartawan pada acara pembukaan OIC Inaugural International Forum on Islamic Tourism di Jakarta pada Senin lalu.


Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, dalam sambutannya dalam acara tersebut menyatakan bahwa forum pengukuhan OIC yang berlangsung selama dua hari tersebut harus dilaksanakan dengan tujuan untuk menunjukkan tantangan mengembangkan wisata syariah kepada 57 negara anggota OIC.


Selain megusulkan peraturan bebas-visa, Indonesia juga telah melakukan cara lain dalam usaha menaikkan sektor pariwisata. Tahun lalu, pihak kementerian Indonesia telah menyampaikan inisiatif demi mengembangkan wisata syariah sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan wisata islami yang nyaman bagi para wisatawan, yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan mengembangkan empat konsep meliputi hotel, restoran, biro perjalanan dan tempat pemandian.


Pemerintah juga sudah meilih 13 provinsi di Indonesia yang nantinya akan dijadikan tujuan utama wisata syariah. 13 provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.


Di tempat terpisah, juru bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, mengatakan bahwa industri keuangan islam negara juga harus mendukung pengembangan wisata syariah di Indonesia dengan cara menyediakan produk perbankan dan asuransi.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net

 


back to top