Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Indonesia usulkan peraturan bebas-visa bagi anggota OIC

Indonesia usulkan peraturan bebas-visa bagi anggota OIC

Indonesia-KoPi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu, mengusulkan agar anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) meresmikan peraturan bebas-visa untuk menaikkan sektor pariwisata.

“Saya sudah mengusulkan agar OIC meresmikan fasilitas bebas-visa bagi negara-negara anggotanya. Tujuannya adalah untuk memudahkan gerakan itu sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah wisatawan,” paparnya kepada wartawan pada acara pembukaan OIC Inaugural International Forum on Islamic Tourism di Jakarta pada Senin lalu.


Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, dalam sambutannya dalam acara tersebut menyatakan bahwa forum pengukuhan OIC yang berlangsung selama dua hari tersebut harus dilaksanakan dengan tujuan untuk menunjukkan tantangan mengembangkan wisata syariah kepada 57 negara anggota OIC.


Selain megusulkan peraturan bebas-visa, Indonesia juga telah melakukan cara lain dalam usaha menaikkan sektor pariwisata. Tahun lalu, pihak kementerian Indonesia telah menyampaikan inisiatif demi mengembangkan wisata syariah sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan wisata islami yang nyaman bagi para wisatawan, yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan mengembangkan empat konsep meliputi hotel, restoran, biro perjalanan dan tempat pemandian.


Pemerintah juga sudah meilih 13 provinsi di Indonesia yang nantinya akan dijadikan tujuan utama wisata syariah. 13 provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.


Di tempat terpisah, juru bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, mengatakan bahwa industri keuangan islam negara juga harus mendukung pengembangan wisata syariah di Indonesia dengan cara menyediakan produk perbankan dan asuransi.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net

 


back to top