Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Empat jurnalis Asean ikuti program FamTrip Kemenpar

Empat jurnalis Asean ikuti program FamTrip Kemenpar

Jogja-KoPi|Sebanyak empat jurnalis ASEAN berasal dari Filipina, Vietnam dan Laos berkunjung ke Yogyakarta (4/4) dalam program Famtrip (FamiliarizationTrip) The Most Unforgettable Experience 2017 tahap II yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar).

Keempat jurnalis mengikuti Famtrip tahap II saat ini, bernama Souksamai Boulom (Laos) dari Vientiane Times Newspaper, Maria Astrid A. Alvarez (Filipina) dari The Poor Traveler, Nguyen Thi hong Nhung (Vietnam) dari Wanderlust Trip Travel Magazine dan Vu Hai Nam (Filipina)dari Vietnam Tourism Review.

Animo dan kegembiraan pun terpancar dari keempat jurnalis ini saat mengikuti tur ke Kraton dan Taman Sari. Beberapa mengikuti dengan seksama penjelasan tour guide di Keraton dan Tamansari, dan lainnya tertarik untuk selalu mengambil gambar disetiap lokasi.

Souksamai dari Laos mengungkapkan bahwa tur di dua tempat ini sangat luar biasa dan penuh akan nilai kelokalan dan penuh nilai sejarah. Dirinya sendiri tertarik dengan karya seni batik.

“Saya sendiri tertarik dengan karya seni lokal batik, di Laos kita memiliki tenun yang dirajut namun ini sangat berbeda dengan batik,”ujarnya saat diwawancarai di Tamansari.

Setelah tour ini selesai, dia berencana segera membagikan pengalamannya kepada masyarakat Laos lewat medianya. Souksamai melanjutkan selain karya seni yang mengagumkan, dia mengungkapkan pariwisata disini lebih murah dibandingkan di Laos.

“Pariwisata disini sangat murah, di Laos sendiri untuk mengunjungi salah satu obyek wisata, harga tiket masuknya bisa tiga kali lebih mahal dibandingkan di tempat ini (Taman Sari),”ungkapnya.

Berkaitan dengan Program Famtrip, Kemenpar sendiri tengah berusaha menambah pasar potensial di bidang kepariwisataan. Daniel Tamu dari Kementrian Pariwisata Indonesia menjelaskan alasan Kementrian Pariwisata mengundang 4 jurnalis tersebut agar kedepannya potensi pasar pariwisata Indonesia dapat lebih berkembang di negara ASEAN.

“Pasar potensial kita saat ini hanya ada di Malaysia dan Singapura, semoga dari mengundang media Laos,Vietnam, Filipina, kita dapat menambah potensi pasar kita dari negara-negara tersebut,”jelas Daniel.


Kemenpar sendiri memiliki misi di tahun 2017 untuk mengajak jurnalis-jurnalis dari ASEAN kedalam program FAMTRIP agar mereka sesampainya ke negara masing-masing, jurnalis tersebut dapat mempromosikan Indonesia di negara mereka. Keempat jurnalis diharapkan olehnya agar dapat menjadi rekan media untuk mengajak wisatawan asing dari negara mereka.

Tahapan-tahapan Fam trip sendiri pada tahun 2017 meliputi, Tahap I destinasi Jawa Timur-Bali, Tahap II destinasi Yogyakarta-Solo,Tahap III destinasi Labuan Bajo ,Tahap IV destinasi Medan-Aceh, Tahap V.

Keempat jurnalis tersebut diagendakan mengunjungi Keraton, Taman Sari dan menonton Sendratari di Prambanan. Dua hari kedepan, keempat Jurnalis akan mengunjungi Borobudur, lava tour di Kaliurang, dan terakhir Solo sebelum akhirnya kembali ke negara masing-masing pada tanggal 7 April 2017.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top