Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Candi Sojiwan, Cinta Cucu Kepada Neneknya

Candi Sojiwan, Cinta Cucu Kepada Neneknya

Klaten-KoPi|Bila Anda melihat kemegahan Borobudur atau kecantikan Prambanan, pernahkah sejenak berpikir, begitu jayanya masa itu. Suatu masa yang diabadikan sejarah. Jejak masa lalu ketika di nusantara pernah berdiri sebuah kerajaan besar, Mataram Kuno sekitar abad VIII-X masehi.

Kebesaran kerajaan Sanjaya ini masih bisa kita nikmati, tentu bukan semata deretan artistik tulisan pallawa atau bahasa sansekertanya. Kita bisa menelusuri peninggalannya melalui candi. Monumen yang merepresentasikan kisah kerajaan dan situasi sosialnya.

Ada beberapa candi peninggalan Mataram Kuno seperti Kerajaan Medang antara lain, Candi Kalasan, Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Sambisari, Candi Sari, Candi Kedulan, Candi Morangan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Sojiwan, dan tentu saja yang paling fenomenal adalah Candi Borobudur.

Dari semua candi, Candi Sojiwan paling baru. Pemugaran awal sekitar tahun 1996. Meskipun termuda, Candi Sojiwan memiki nilai historis yang tinggi. Candi Sojiwan buah baktinya Raja Balitung kepada neneknya Nini Haji Rakryan Sanjiwana yang menganut agama Budha. Selintas Candi Sojiwan cerminan toleransi antar umat beragama kala itu.

Candi Sojiwan terletak di Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten. Dari Prambanan masih dua kilometer ke selatan. 

Bangunan fisik candi tidak jauh berbeda dengan candi yang lainnya, hanya pada dinding Candi Sojiwan bersih tidak terdapat pahatan relief. Relief- relief terpahat pada bagian kaki candi. Rangkaian relief menggambarkan ajaran moral agama Budha. Penuturannya melalui fabel atau dongeng tentang binatang. 

Beberapa relief di antaranya gambar binatang sedang berkelahi, relief lomba antara garuda dan kura-kura, persahabatan seekor tikus dengan seekor ular, serigala dan banteng, serigala dan wanita, dan cerita kura-kura dan angsa. 

Sampai saat ini Candi Sojiwan masih mengalami pemugaran. Pemugaran juga dilakukan penelitian arkeologi. 

Hasilnya pun tidak sia-sia, penelitian ini menemukan struktur parit keliling, pagar halaman I sisi utara dan timur yang telah direkonstruksi, struktur pagar halaman II di sisi utara yang sebagianya telah direkostruksi dan dua deret struktur candi perwara stupa pada halaman II sisi utara, salah satu candi perwara stupa sudah direkonstruksi. 

Setelah peresmian tahun 2012 lalu, kondisi Candi Sojiwan nampak semakin cantik, walaupun rata-rata pengunjung masih sedikit sekitar 20 orang per harinya. Untuk tiket belum dilakukan secara formal. Pengunjung bisa memberikan infak seikhlasnya. |Winda Efanur FS|

back to top