Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Berpetualang di Goa Pindul: Jejak Panembahan Senopati

Berpetualang di Goa Pindul: Jejak Panembahan Senopati

Yogyakarta-KoPi. Menyusuri Goa Pindul merupakan kegiatan historis dan sekaligus pembelajaran perubahan alam. Goa yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul ini menyimpan jejak perubahan peradaban yang penting diketahui para generasi.

Goa Pindul merupakan lokasi pendiri Mataram Islam, yand dikenal sebaga Panembahan Senopati, melakukan tapa brata. Pada goa itu pula dulunya benda-benda pusaka kerajaan mataram disembunyikan dari tangan-tangan jahat.

Air mengalir dari tebing dan sungai melewati lorong goa yang remang. Para petualang menyusuri lorong penuh stalaktit dan stalaknit secara berkelompok. Masing-masing menggunakan ban karet sebagai 'kendaraan' penjelajah,

Penjelajahan ke lorong misterius Goa Pindul akan mendapat panduan dari satu pemandu. Para petualang akan dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil antara 5-10 penjelajah. Sebelum terjun ke aliran air dingin di gerbang goa, para penjelajah diminta berdoa bersama.

Bersama pemandu Goa Pindul, para penjelajah mulai merakit kendaraan karetnya perlahan. Goa Pindul terbagi menjadi zona terang, zona remang, dan zona gelap. Zona terang adalah pintu masuk goa yang masih mendapat cahaya dari matahari. Zona remang ketika cahaya matahari mulai tidak bisa masuk keseluruhan. Zona gelap ketika sama sekal tidak ada cahaya.

Para penjelajah akan merasakan bagaimana memasuki zona remang dan gelap meninggalkan zona terang. Pada situasi ini batin memanggili nama Sang Maha Cahaya. Sungguh manusia adalah makhluk lemah.

Penjelajahan berlangsung secara mendebarkan. Pemandangan dinding goa yang masih alami. Stalaktit tua denga diameter besar dan kecil seolah berdiri mengawasi. Pada bagian zona terang terdapat ruang di dinding goa dimana Panembahan Senopati melakukan tapa brata.

Pada bagian tengah goa, di langit-langit zona gelap terdengar bisik-bisik kelelewar yang menjadi tuan rumah. Binatang bersayap kulit dengan kepala mirip serigala ini merupakan penghuni asli Goa Pindul. Pada masa lalu goa ini sangat ramai oleh populasi kelewar. Namun sekarang sudah jauh berkurang sehingga ada upaya perlindungan pada keberadaan kelelawar tersebut di Goa Pindul.

Proses penjelajahan berlangsung kurang lebih selama tiga puluh menit. Air goa yang mengandung kadar kapur tinggi menyebabkan rasa lelah cepat berkuasa. Namun tidak sedikit dari para penjelajah yang menyempatkan diri untuk berenang atau terjun dari tebing-tebing goa. Mereka gembira bersama alam.

Keluar dari goa terdapat kolam besar yang dimanfaatkan untuk berenang dan bermain air. Mungkin tidak akan tahan cukup lama sebab berenang pada air berkadar kapur tidaklah mudah. Badan terasa lebih berat.

Nah menjelajah Goa Pindul merupakan cara bersilaturahmi pada alam dan memahami hubungan manusia dengan lingkungan. Mereka yang ingin berpetualang ke Goa Pindul tidak akan kesulitan mencapai wilayahnya. Pada rute dari Kota Yogyakarta menuju Gunung Kidul akan mudah menemukan para pemandu. Mereka siap mengantar ke tempat tujuan. Gratis!

Setiap penjelajahan Goa Pindul akan ditemani pemandu yang ramah dan detail dalam penjelasan. Jika tidak repot, jangan lupa memberi tips pada para pemandu ya.*

 

Reporter: ASW

back to top