Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Berdiri di atas ribuan bintang

Berdiri di atas ribuan bintang
Malang - KoPi | Siapa yang tidak suka, menikmati fenomena keindahan alam, menyaksikannya langsung dengan mata telanjang seraya mengagungkan ciptaan Tuhan. Keindahan yang dilihat bisa dalam bentuk ciptaan alam maupun buatan manusia.

Gunung Banyak, kawasan wisata yang terdapat di Kota Batu, memiliki sebuah bukit dengan barisan ribuan bintang. Kendati terletak di atas bukit kita dapat melihat kerlap-kerlip lampu rumah atau lampu jalan. Lampu yang berasal dari rumah-rumah di bawah terlihat seperti taburan bintang di langit. Saat kita berdiri dan mengamati ribuan cahaya dari puncak bukit, terasa seperti berpijak di atas bintang.

Cuaca dan hembusan angin yang dingin tidak menyurutkan minat pengunjung untuk berlama-lama di tempat tersebut. Pengunjung tidak perlu repot-repot menyiapkan teropong untuk melihat indahnya bintang-bintang. Cukup dengan duduk di rerumputan lalu merebahkan badan, kita bisa melihat bintang sungguhan di atas kita, atau melihat “bintang” buatan manusia di bawah bukit.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini pengunjung hanya dikenai karcis dengan harga lima ribu rupiah. Pengunjung bisa memandangi alam tanpa batas. Di saah satu sudut bukit terdapat tempat bagi para pecinta olahraga paralayang. Mereka yang berminat bisa menikmati keindahan alam Gunung Banyak dengan terbang mengelilinginya.

Namun menikmati keindahan bukit bintang ini justru lebih nikmat pada malam hari. Saat hari masih siang atau sore belum ada bintang yang muncul dan lampu jalan belum menyala. Jika datang pada siang atau sore hari, lebih baik manfaatkan dengan berparalayang ria.

Di sudut lain bukit bintang tersebut ada wisata lain yang bernama Omah Kayu. Pengunjung bisa bersantai di rumah-rumah kecil dari kayu yang dipasang di atas pohon. Bersantai di atas rumah pohon sambil menikmati pemandangan alam sekitar seperti melihat Kota Batu secara keseluruhan.

Namun harap bersabar, karena Omah Kayu ini harus dinikmati secara bergantian. Karena menggunakan pohon dan kayu sebagai penopang, sehingga hanya 4 orang saja yang bisa berada dalam satu rumah kayu. Namun tenang saja, pihak pengelola menyediakan cukup banyak rumah kayu sehingga pengunjung bisa bergantian naik. | Labibah

back to top