Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Berdiri di atas ribuan bintang

Berdiri di atas ribuan bintang
Malang - KoPi | Siapa yang tidak suka, menikmati fenomena keindahan alam, menyaksikannya langsung dengan mata telanjang seraya mengagungkan ciptaan Tuhan. Keindahan yang dilihat bisa dalam bentuk ciptaan alam maupun buatan manusia.

Gunung Banyak, kawasan wisata yang terdapat di Kota Batu, memiliki sebuah bukit dengan barisan ribuan bintang. Kendati terletak di atas bukit kita dapat melihat kerlap-kerlip lampu rumah atau lampu jalan. Lampu yang berasal dari rumah-rumah di bawah terlihat seperti taburan bintang di langit. Saat kita berdiri dan mengamati ribuan cahaya dari puncak bukit, terasa seperti berpijak di atas bintang.

Cuaca dan hembusan angin yang dingin tidak menyurutkan minat pengunjung untuk berlama-lama di tempat tersebut. Pengunjung tidak perlu repot-repot menyiapkan teropong untuk melihat indahnya bintang-bintang. Cukup dengan duduk di rerumputan lalu merebahkan badan, kita bisa melihat bintang sungguhan di atas kita, atau melihat “bintang” buatan manusia di bawah bukit.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini pengunjung hanya dikenai karcis dengan harga lima ribu rupiah. Pengunjung bisa memandangi alam tanpa batas. Di saah satu sudut bukit terdapat tempat bagi para pecinta olahraga paralayang. Mereka yang berminat bisa menikmati keindahan alam Gunung Banyak dengan terbang mengelilinginya.

Namun menikmati keindahan bukit bintang ini justru lebih nikmat pada malam hari. Saat hari masih siang atau sore belum ada bintang yang muncul dan lampu jalan belum menyala. Jika datang pada siang atau sore hari, lebih baik manfaatkan dengan berparalayang ria.

Di sudut lain bukit bintang tersebut ada wisata lain yang bernama Omah Kayu. Pengunjung bisa bersantai di rumah-rumah kecil dari kayu yang dipasang di atas pohon. Bersantai di atas rumah pohon sambil menikmati pemandangan alam sekitar seperti melihat Kota Batu secara keseluruhan.

Namun harap bersabar, karena Omah Kayu ini harus dinikmati secara bergantian. Karena menggunakan pohon dan kayu sebagai penopang, sehingga hanya 4 orang saja yang bisa berada dalam satu rumah kayu. Namun tenang saja, pihak pengelola menyediakan cukup banyak rumah kayu sehingga pengunjung bisa bergantian naik. | Labibah

back to top