Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Yaya Toure tidak ‘kembali’ karena ia selalu ‘ada’

Yaya Toure. (foto: Reuters) Yaya Toure. (foto: Reuters)
KoPi | Musim lalu, Yaya Toure dianggap sebagai biang keladi kegagalan Manchester City meraih gelar Liga Primer Inggris. Pemain asal Pantai Gading itu tak begitu banyak berkontribusi untuk tim sepanjang paruh kedua pasca membela negaranya di Piala Afrika.

Mantan pemain Barcelona ini mencetak 20 gol di Premier League di musim 2013/14 saat The Citizens meraih mahkota juara. Sayangnya musim lalu Toure hanya sanggup mencetak 10 gol sehingga membuat City gagal mengejar Chelsea.

Dan pada laga perdana liga musim ini, Toure dianggap telah ‘kembali’ seiring keberihasilannya mencetak dua gol saat menang melawan West Brom dengan skor 3-0.

Namun, Toure menepis anggapan bahwa keberhasilannya di laga pada hari Senin lalu itu adalah perbaikan dari penampilannya musim lalu. Ia mengatakan bahwa ia ada dalam musim terbaik.

“Saya tidak ‘kembali’. Saya selalu ada,” katanya kepada FourFourTwo. “Orang-orang harus mengerti sepak bola tidak berbicara tentang satu pemain, ini tentang tim dan tim melakukan pekerjaan yang luar biasa melawan tim yang sulit di West Brom.

“Saya pikir orang musim lalu berbicara sepanjang waktu. Bagi saya, saya cukup terkejut. Musim lalu bukan musim terbaik bagi kami, tetapi menjadi runner-up saya pikir itu tidak buruk sama sekali.”

Pemain berusia 32 tahun ini pun juga membalas kritik yang ditujukan padanya bahwa musim lalu adalah musim yang buruk baginya.

“Ada banyak kritik tentang saya, tapi itu bukan musim yang buruk. Dua belas gol (di semua ajang), dan saya memenangkan trofi untuk negara saya, itu tidak buruk sama sekali.

“Kadang-kadang orang mengkritik Anda tidak adil, tapi kami tidak peduli apa yang mereka katakan. Yang paling penting bagi kami adalah untuk mencoba dan membuat semuanya 100 persen.

“Saya mencintai pekerjaan saya, saya suka bermain sepak bola. Saya tidak peduli tentang apa yang dikatakan orang tentang saya,” pungkas Toure.

Well, setidaknya dengan berhasil menjadi top skorer sementara liga musim ini, Toure sudah memulai awal yang bagus untuk menghadapi musim baru. | Aditya Wicaksana WP

back to top