Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Wisnu Jadikan Djarum Sirnas Sebagai Batu Loncatan

Wisnu Jadikan Djarum Sirnas Sebagai Batu Loncatan

Jakarta-KoPi| Unggulan teratas di nomor tunggal dewasa putra, Wisnu Yuli Prasetyo berhasil melangkah mulus ke babak perempat final Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Premier Li Ning Jakarta Open 2016. Di laga 16 besar yang digelar Rabu (4/5) sore, atlet asal PB Djarum ini berjumpa dengan Yoega Sidiq Anggoro asal ITSC.

Menang mudah 21-10 di game pembuka, Wisnu kemudian sempat dipaksa bermain ketat hampir di sepanjang game kedua. Unggul tipis 11-9 di interval, skor sempat imbang diangka 14. Perlahan, Wisnu pun kembali menjadi pemimpin raihan angka. Unggul 17-15, Wisnu akhirnya menutup game kedua dengan 21-17.

“Di game kedua saya banyak terburu-buru, selalu ingin cepat mematikan lawan. Dan hal ini membuat saya banyak kehilangan angka,” ujar Wisnu.

Di babak sebelumnya, Wisnu bahkan dipaksa bermain tiga game. Berhadapan dengan Andrew Susanto asal Sarwendah Badminton Club pada Selasa (3/5) malam, Wisnu dipaksa bertarung tiga game. Ia baru bisa menang 21-14, 20-22 dan 21-9.

“Dari kemarin di babak kedua agak kurang enak mainnya, dan hari ini jauh lebih nyaman di lapangan. Semoga nanti di babak perempat final bisa lebih baik,” tambahnya.

Mengenai target, juara Djarum Sirnas seri pertama di Banjarmasin ini mengaku ingin mengulang presatasinya di pulau Borneo itu, setelah di seri kedua di Makassar ia terhenti di semifinal.

“Kalau ditanya target ya pasti inginnya juara. Peta persaingan pun tidak akan jauh dari dua seri sebelumnya. Motivasi tambahan untuk saya jadi juara, karena ini juga jadi batu loncatan saya untuk bisa bermain di turnamen internasional. Pengurus (PB Djarum) bilang kalau bisa juara di Sirnas saya bisa diberangkatkan ke turnamen internasional lagi,” tambah Wisnu.

Dalam jangka panjang, Wisnu pun menuturkan bahwa dirinya ingin bisa mencatatkan presatasi lebih baik dari apa yang ia capai di tahun 2015 lalu. Dimana Wisnu berhasil mencapai babak semifinal Indonesian Masters yang berlevel grand prix gold pada bulan Desember di Malang, dan juara Indonesia International Series di Semarang.

“Untuk lebih jauh, saya ingin prestasi saya tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Semoga bisa ke final turnamen level grand prix gold,” pungkasnya.

Di babak perempat final yang akan digelar besok (5/5), Wisnu akan berjumpa dengan wakil dari Tangkas, Vicky Angga Saputra yang menang tiga game 23-21, 18-21 dan 21-15 atas Fahmi Mubarok dari CWIBC.

back to top