Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Unggulan teratas tumbang di babak kedua

Unggulan teratas tumbang di babak kedua

Jakarta-KoPi| Unggulan pertama tunggal taruna putri di arena Djarum Sirkuit Nasional Premier (Djarum Sirnas Premier) Li Ning Jakarta Open 2016, Aurum Oktavia Winata harus angkat koper di babak kedua. Berhadapan dengan wakil Korea, Kim Yeo Reum.

Bermain di lapangan pertama GOR Asia Afrika pada Kamis (5/5) siang, Aurum terlihat tak bisa lepas dari tekanan sang lawan. Di sepanjang game pertama, Aurum kerap tertinggal. Ia pun akhirnya menyerah 12-21 di game pembuka ini. Keadaan tak jauh lebih baik di game kedua. Aurum kian tertekan, tertinggal 3-11 di interval, Aurum kandas di babak kedua dengan 9-21.

“Cukup bingung tadi di lapangan. Pola permainan cukup sulit ditebak. Saat saya mencoba untuk bermain rally, lawan mengubah pola permainannya jadi cepat. Saat saya mencoba untuk menerapkan tempo permainan cepat, lawan malah bisa lebih cepat,” ujar unggulan teratas asal Jaya Raya ini.

Aurum pun menuturkan bahwa dirinya cukup kecewa dengan hasil yang ia torehkan di Djarum Sirnas Premier perdana ini. “Kecewa dan tidak puas dengan pertandingan tadi. saya bahkan tidak capek, tapi ya memang sudah kalah. Saya juga sudah mempersiapkan diri dengan matang, tetapi justru permainan terbaik saya tidak keluar di pertandingan tadi,” tambahnya.

Usai tersingkir di babak kedua Djarum Sirnas Premier Jakarta ini, Ia pun menuturkan akan melakukan beberapa evaluasi atas kekalahannya dari wakil negeri ginseng itu. Dan selanjutnya, Aurum akan tampil di negeri gajah putih, Thailand. “Selanjutnya saya akan bermain di Thailand International Challenge. Di sana kan main di nomor dewasa, saya berharap bisa memberikan permainan terbaik dan nothing to lose saja,” pungkasny.

back to top