Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Tuah Sang Malaikat

Tuah Sang Malaikat Foto: Footy Images

Sao Paolo-KoPi. Laga kali ini bukan milik Lionel Messi, ia "terpaksa" memberikan Di Maria jalan untuk menjadi pahlawan pada laga itu. sebuah assist-nya setelah melewati hadangan pemain Swiss mampu dikonversi Di Maria menjadi sebuah gol di laga yang digelar di Corinthians Arena (7/6).

sepertinya Ottmar Hizfield belajar dari laga Argentina versus iran di fase grup di mana Iran sejatinya mampu meredam agresivitas Messi yang menjadi sentra serangan Argentina. Benar saja, semalam Messi dikawal ketat oleh garda ganda Valon Behrami dan kapten Swiss, Gokhan Inler. praktis pergerakan Messi mudah dihadang.

Selain itu, penjaga mistar gawang Swiss, Benaglio tampil cemerlang. Beberapa kali penyelamatan gemilang dilakukan, salah satunya di menit 78 ketika ia mampu mementahkan upaya Messi mencetak gol.

"Babak pertama Swiss memiliki dua peluang untuk mencetak skor. namun setelah interval, kami menunjukkan jati diri kami dan kami layak menang." kata Sabella pada reporter.

"Ini seperti tahun 1998 di mana saya saat itu menjadi asisten pelatih dan kami bersiap untuk adu penalti melawan Inggris, namun untungnya kami bisa menghindari hal itu dengan memenangi laga 120 menit."

"kami perlu beristirahat untuk menghadapi babak perempat final. kami telah memerikan segalanya dan pantas menadapatkan penghargaan atas raihan kami."

setelah melewati hadangan Swiss, Argentina ditunggu tim kuda hitam di piala dunia edisi kali ini, Belgia setelah mengandaskan Amerika 2-1 melalui perpanjangan waktu.

 

Nora

back to top