Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Tiga final, tiga kekalahan, dan kemalangan nasib Messi

Lionel Messi berjalan dirundung kesedihan karena hanya meraih medali runner-up. (Getty Images) Lionel Messi berjalan dirundung kesedihan karena hanya meraih medali runner-up. (Getty Images)
KoPi | Lionel Messi akan mengakhiri karirnya dengan trofi internasional, kata Ezequiel Lavezzi setelah kekalahan di final Copa America (5/7). Messi, yang hanya memenangkan gelar dengan Argentina di level umur ini, kalah di final untuk ketiga kalinya selama membela timnas Argentina.

Kegagalan tim berjuluk La Albiceleste di Estadio Nacional akan semakin memperkuat argumen para kritikus bahwa peraih Ballon d’Or selama empat kali tersebut ternyata tidak benar-benar hebat karena hanya mampu menyumbangkan ‘perak’ untuk negaranya. Namun Lavezzi menganggap itu hanya masalah waktu.

Messi adalah bagian dari timnas Argentina di Copa America 2007 yang juga menjadi runner-up setelah kalah di final oleh Brazil. Tak hanya itu, tahun lalu, Messi menjadi kapten Argentina ketika masuk final Piala Dunia. Sayangnya mereka mereka harus tumbang di tangan Jerman dengan skor tipis 1-0. Dan kini, untuk ketiga kalinya Messi masuk final dan gagal.

“Pada titik tertentu Leo (Messi) akan memenangkan sesuatu dengan Argentina. Kami pikir ini adalah kesempatan bagi kami, namun sayangnya kami tidak bisa. Ini sangat menyakitkan. Sekali lagi kami pulang dengan rasa pahit. Ini menyakitkan karena kami percaya bahwa ini adalah kesempatan untuk memenangkan sesuatu,” kata Lavezzi seperti dilansir FourFourTwo.

“Saya berpikir kami harus terus di jalan ini. Kami semua sangat baik dalam tim ini. Kami hanya hilang yang sedikit langkah untuk mencapai sesuatu,” pungkas pemain PSG itu.

Sebenarnya Messi tak sendiri. Ia ditemani Mascherano merasakan kemalangan ini. Messi dan Mascherano adalah dua pemain yang sama-sama meraih segala trofi bersama Barcelona namun selalu gagal ketika membela timnas Argentina.

“Saya tidak bisa menemukan cara untuk menggambarkannya. Semoga, dalam waktu dekat Argentina bisa menang. Saya ingin meraih gelar, tapi saya harus menderita. Tiga final dan saya kehilangan semua tiga. Saya tidak dapat menemukan penjelasan,” kata Mascherano.

“Saya berterima kasih kepada fans atas dukungan, seperti tahun lalu di Piala Dunia. Kami tidak bisa memberikan sukacita yang kita inginkan. Ini adalah penyiksaan. Ini kesedihan besar, terutama bagi kita yang melakukan hal-hal yang sangat baik,” tandas gelandang Barcelona ini.

Well, semoga saja harapan-harapan itu terwujud dan tak menjadi angan semata. Tetap semangat, Messi! | Aditya Wicaksana WP

back to top