Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Tahun 2015 penuh dengan kompetisi sepak bola internasional

Tahun 2015 penuh dengan kompetisi sepak bola internasional
KoPi | Jeda kompetisi klub sepak bola ternyata tak membuat pemain lantas beristirahat. Ada kepadatan agenda kejuaraan antarnegara. Setidaknya ada lima turnamen bergengsi di tahun 2015 ini, yakni Piala Dunia Wanita, Copa Amerika, Piala Eropa U-21, Piala Dunia U-20, dan Piala Emas CONCACAF.

Masing-masing kompetisi memiliki daya tarik yang berbeda. Piala Dunia Wanita misalnya. Pada laga pembuka antara tuan rumah Kanada melawan Tiongkok dihadiri oleh lebih dari 52 ribu penonton. Ini adalah rekor untuk pertandingan tim semua cabang olahraga. Paras cantik para pemain diyakini menjadi keunikan tersendiri selain gol-gol spekatakulernya. Namun sayangnya kejuaraan yang berlangsung dari 6 Juni sampai 5 Juli ini tidak disiarkan oleh televisi nasional di Indonesia.

Bagi penikmat Copa Amerika, akan lain lagi ceritanya. Amerika Latin memang terkenal dengan sepak bola indahnya. Kompetisi di bawah naungan CONMEBOL ini terkenal dengan dribble cepat, gocekan, dan gol-gol cantik menjadi daya tarik utama. Publik sepak bola bisa jadi ketagihan dengan suguhan sepak bola indah ini, terutama Brazil dengan Jogo Bonito-nya.

Lain lagi ceritanya dengan Piala Eropa U-21. Ajang ini dinanti-nanti banyak pihak karena inilah kompetisi yang menjadi kawah candradimuka para pemain muda Eropa. Pemain macam Hary Kane (Inggris) yang muncul sebagai wonderkid Premier League musim lalu akan digembleng lewat kompetisi ini. Sejumlah bintang sepak bola seperti Huntelaar (Belanda), Thiago Alcantara (Spanyol) dan yang lainnya merupakan pemain ‘produk’ ajang ini. Bagi para pemandu bakat, ajang ini tentu bisa dijadikan tempat untuk mencari talenta hebat di sepak bola masa depan.

Sedangkan Piala Dunia U-20 baru saja mencatatkan sejarah barunya. Kompetisi ini sudah berakhir dengan Serbia keluar sebagai dengan mengalahkan Brazil di final dengan skor 2-1. Sejarah baru tercatat karena Serbia untuk pertama kalinya juara kompetisi ini pasca kemerdekaan.

Untuk Piala Emas CONCACAF, sebenarnya seperti tidak ada yang ‘menarik’ dari kompetisi ini. Kompetisi kontinenatal Amerika Utara, Tengah, dan Karibia ini memang ‘hanya’ diikuti oleh negara-negara kelas menengah di Sepak bola. Tim unggulannya setiap tahun pun hampir sama, AS dan Meksiko. | Aditya Wicaksana WP

back to top