Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Senatria dipaksa kerja keras

Senatria dipaksa kerja keras

Lampung-KoPi| Laga Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Lampung Open 2016 baru mulai digelar hari ini (18/7), tetapi laga sengit sudah terjadi sejak babak pertama. Misalnya saja, laga yang harus dilakoni oleh wakil SGS PLN Bandung, Senatria Agus Setia Putra.

Senatria yang pernah menempa kemampuannya di Pelatnas, Cipayung ini dipaksa kerja keras dalam drama tiga game. Melawan wakil Suryabaja, Isna Sakti Maulana, Senatria sempat keteteran disepanjang pertandingan.

Di game pembuka, skor imbang kerap terjadi. Selisih skor tak pernah lebih dari dua angka. Sengit, skor pun imbang di angka 20 dan Senatria baru bisa menyudahi adu setting dengan skor 24-22. Memasuki game kedua, Senatria justru kerap tertinggal. Ia pun akhirnya hanya berhasil mencatat 14 angka untuk game kedua ini dan harus memainkan game ketiga, 14-21.

Pertarungan sengit kembali terjadi di game penentu. Senatria lagi-lagi tak diizinkan untuk memimpin jauh. Isna terus menempel ketat, tetapi unggul mengatasi poin kritis, Senatria pun menyudahi perlawanan Isna dengan 21-18.

“Di pertandingan tadi poinnya memang mepet terus. Mungkin karena saya memang kurang persiapan untuk turnamen ini. Di sisi lain, lawan juga terlihat lebih siap dan hari ini bermain bagus. Ini juga baru pertemuan pertama saya,” ujar Senatria.

“Di game kedua memang stamina saya cukup terkuras di game pertama, jadinya lebih memilih untuk melepas game kedua, dan di game ketiga saya main lebih ngotot,” lanjutnya.

Ini memang kali pertama Senatria hadir kembali di arena Djarum Sirnas. Senatria absen di tiga seri pertama tahun 2016 ini, tercatat laga terakhirnya di arena Djarum Sirnas adalah di Djarum Sirnas Yogyakarta 2015 lalu, kala itu ia harus kandas di semifinal.

“Saya tentu ingin sekali bisa kembali juara, karena terakhir kali saya juara di Bandung 2013 lalu, dan setelah itu saya bermain bulutangkis di Jerman. Semoga tahun ini bisa mencuri satu gelar,” pungkasnya.

Sementara itu wakil tuan rumah belum ada yang berhasil lolos ke babak kedua. Tiga wakil yang berlaga di nomor tunggal dewasa putra harus langsung kandas. Adimas Aglasia dari Pelatkab Lampung Barat dipaksa mengakui keunggulan Virgiansyah Yogi Prastyan dari Mentari RBT Tangerang dengan 10-21 dan 4-21.

Sementara Duthree Gigih Belatama menyerah 12-21 dan 18-21 atas Andri Wijaya dari Ace Quality Yogyakarta dan wakil terakhir tuan rumah, Bayu Anggoro dari Pelatkab Lampung Barat kalah dari Muhammad Rofiq Andira dari Mentari RBT Tangerang dengan 17-21 dan 15-21.

back to top