Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pensiun akan buat Arsene Wenger Panik

Arsene Wenger. (foto: Getty Images) Arsene Wenger. (foto: Getty Images)
KoPi | Arsene Wenger mengatakan bahwa ide untuk pensiun dari sepakbola membuatnya “panik”. Setelah Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013 dari jabatan pelatih Manchester United, manajer Arsenal tersebut menjadi pelatih terlama yang masih aktif melatih klub Premier League. Arsitek asal Perancis itu ditunjuk oleh The Gunners pada tahun 1996.

“Pensiun? Ya, itu melintasi pikiran saya kadang-kadang tapi tidak lebih dari lima detik karena saya panik sedikit,” katanya dikutip dari Goal.

“Antusiasme tidak masalah, jujur saja. Saya lebih berkomitmen daripada sebelumnya. Ini tentang betapa Anda mencintai apa yang Anda lakukan. Dan cinta apa yang Anda lakukan belum tentu berkurang dengan jumlah Anda melakukannya. Sepak bola selalu baru setiap hari. Sepak bola memiliki kualitas. Ini membuat Anda mempertanyakannya,” lanjut Wenger.

“Pada setiap kekalahan orang mengatakan: 'Apa yang orang ini lakukan?' Setiap tiga hari Anda dipertanyakan. Anda memiliki ujian setiap tiga hari. Anda tidak memiliki cara untuk melihat kembali. Anda harus mempersiapkan ujian berikutnya dan keluar dari situ dengan sukses. Jadi selalu menuntut komitmen 100 persen.

“Saya ingin melakukannya dengan baik untuk klub dan, juga, ketika saya meninggalkan suatu hari, meninggalkan klub dalam posisi di mana klub terus berjaya.”

Arsenal menderita terburuk mereka di bawah Wenger pada musim 2014-15. Wenger sempat berkonfrontasi dengan fans pada bulan November setelah kalah atas Stoke City.

“Anda tidak akan selalu mengharapkan orang untuk menghina Anda dalam perjalanan ke kereta,” katanya. “Ini adalah cara masyarakat dan Anda harus patuh akan hal itu. Anda dapat mengikutinya atau tidak.

“Saya tahu orang-orang yang sama dapat berlebihan di satu sisi dan sisi lainnya. Di situlah pengalaman membantu. Anda memiliki penilaian yang baik dari siapa Anda dan Anda tidak terpengaruh oleh apa yang orang katakan,” pungkas Wenger. | Aditya Wicaksana WP

back to top