Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pelatih Jamaika bangga pada anak asuhnya, namun sesalkan tendangan bebas

Pelatih Timnas Jamaika, Winfried Schafer (foto: FourFourTwo Pelatih Timnas Jamaika, Winfried Schafer (foto: FourFourTwo
KoPi | Pelatih Jamaika, Winfried Schafer memuji keberanian timnya melawan juara bertahan Copa America Uruguay. Schafer mengatakan dia bangga akan permainan anak asuhnya meski kalah dengan skor tipis1-0 di laga pembuka grup B Minggu (14/6) pagi WIB.

“Saya tidak ingin berbicara tentang wasit. Saya ingin memberitahu Anda pujian besar. Saya sangat bangga dengan tim kami, kami bermain sepakbola yang sangat baik. Kami memiliki banyak peluang untuk menjadi gol. Disiplin taktis yang sempurna, 'kesempatan besar’ Darren Mattocks, atau dua header di babak kedua. Saya sangat, sangat bangga dengan tim kami,” puji Schafer panjang lebar sebagaimana dilansir FourFourTwo.

Namun Pelatih 65 tahun itu juga melancarkan kritiknya kepada wasit Jose Argote, karena memberi Uruguay tendangan bebas yang kemudian dieksekusi oleh Nicolas Lodeiro dan diselesaikan oleh Rodriguez.

“Kami bermain melawan salah satu tim terbaik di Amerika Selatan, pemenang dari terakhir Copa America,” kata pelatih berpaspor Jerman ini.

“Kami tidak bisa pergi keluar dan berpikir bahwa kami adalah Barcelona atau Brasil. Kami memiliki kesempatan yang sangat baik untuk gol pertama. Analisis sebelum pertandingan sangat baik. Kami tahu ketika kami membuat ruang yang sangat singkat, Uruguay memiliki masalah.

“Mereka mengandalkan serangan balik yang sangat baik, sehingga kami menutup ruang. Masalahnya adalah gol pertama. Ketika Anda menonton TV, saya berharap Anda menonton TV dan itu adalah tendangan bebas bagi kamu, bukan untuk Uruguay. Tendangan bebas itu sempurna, tapi seharusnya itu milik kami,” terang Schafer.

Schafer juga mengomentari kesalahan yang dilakukan Edinson Cavani saat sebelum pertandingan Uruguay vs Jamaika ini berlangsung. Saat itu Cavani menyebut Jamaika sebagai sebuah yang berasal dari Afrika.

“Sebelum pertandingan ini, tidak ada yang memberi kami kesempatan. Ketika saya membaca di koran, Cavani pikir kami tidak punya kesempatan untuk tiga poin.

“Dia datang setelahnya dan saya mengirimnya undangan ke Karibia. Saya harap saya bisa membawanya ke Karibia dan kita dapat menunjukkan kepadanya apa negara yang indah Jamaika,” pungkas Schafer dengan sindiran.

Dengan hasil ini untuk sementara Uruguay memuncaki grup B dengan 3 poin, dan Jamaika harus rela berada di posisi juru kunci. Di pertandingan lain, Argentina vs Paraguay berakhir dengan 2-2 membuat keduanya berbagi poin. | Aditya Wicaksana WP

back to top