Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Pelatih Jamaika bangga pada anak asuhnya, namun sesalkan tendangan bebas

Pelatih Timnas Jamaika, Winfried Schafer (foto: FourFourTwo Pelatih Timnas Jamaika, Winfried Schafer (foto: FourFourTwo
KoPi | Pelatih Jamaika, Winfried Schafer memuji keberanian timnya melawan juara bertahan Copa America Uruguay. Schafer mengatakan dia bangga akan permainan anak asuhnya meski kalah dengan skor tipis1-0 di laga pembuka grup B Minggu (14/6) pagi WIB.

“Saya tidak ingin berbicara tentang wasit. Saya ingin memberitahu Anda pujian besar. Saya sangat bangga dengan tim kami, kami bermain sepakbola yang sangat baik. Kami memiliki banyak peluang untuk menjadi gol. Disiplin taktis yang sempurna, 'kesempatan besar’ Darren Mattocks, atau dua header di babak kedua. Saya sangat, sangat bangga dengan tim kami,” puji Schafer panjang lebar sebagaimana dilansir FourFourTwo.

Namun Pelatih 65 tahun itu juga melancarkan kritiknya kepada wasit Jose Argote, karena memberi Uruguay tendangan bebas yang kemudian dieksekusi oleh Nicolas Lodeiro dan diselesaikan oleh Rodriguez.

“Kami bermain melawan salah satu tim terbaik di Amerika Selatan, pemenang dari terakhir Copa America,” kata pelatih berpaspor Jerman ini.

“Kami tidak bisa pergi keluar dan berpikir bahwa kami adalah Barcelona atau Brasil. Kami memiliki kesempatan yang sangat baik untuk gol pertama. Analisis sebelum pertandingan sangat baik. Kami tahu ketika kami membuat ruang yang sangat singkat, Uruguay memiliki masalah.

“Mereka mengandalkan serangan balik yang sangat baik, sehingga kami menutup ruang. Masalahnya adalah gol pertama. Ketika Anda menonton TV, saya berharap Anda menonton TV dan itu adalah tendangan bebas bagi kamu, bukan untuk Uruguay. Tendangan bebas itu sempurna, tapi seharusnya itu milik kami,” terang Schafer.

Schafer juga mengomentari kesalahan yang dilakukan Edinson Cavani saat sebelum pertandingan Uruguay vs Jamaika ini berlangsung. Saat itu Cavani menyebut Jamaika sebagai sebuah yang berasal dari Afrika.

“Sebelum pertandingan ini, tidak ada yang memberi kami kesempatan. Ketika saya membaca di koran, Cavani pikir kami tidak punya kesempatan untuk tiga poin.

“Dia datang setelahnya dan saya mengirimnya undangan ke Karibia. Saya harap saya bisa membawanya ke Karibia dan kita dapat menunjukkan kepadanya apa negara yang indah Jamaika,” pungkas Schafer dengan sindiran.

Dengan hasil ini untuk sementara Uruguay memuncaki grup B dengan 3 poin, dan Jamaika harus rela berada di posisi juru kunci. Di pertandingan lain, Argentina vs Paraguay berakhir dengan 2-2 membuat keduanya berbagi poin. | Aditya Wicaksana WP

back to top