Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Mentari Tak Mau Sia-Siakan Kesempatan Terakhir

Mentari Tak Mau Sia-Siakan Kesempatan Terakhir

Kudus-KoPI| Phita Haningtyas Mentari yang biasa akrab disapa Mentari berhasil lolos ke semifinal Blibli.com Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2015. Berpasangan dengan Alfandy Rizki Kasturo, Mentari sukses melaju usai membukukan kemenangan pada laga perempat final yang digelar Jum'at (9/10) siang di GOR Djarum Jati, Kudus.

Berhadapan dengan wakil Malaysia, Xin Yuan Boon/Sueh Jeou Tan, Alfandy/Mentari dipaksa bertarung dalam laga tiga game. Menang 21-17 di game pembuka, mereka justru terus tertinggal disepanjang game kedua. Tertinggal 7-11 di interval, Alfandy/Mentari tak mampu berbuat banyak di sisa game. Mereka menyerah 13-21.

"Di game kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri, dan hilang fokus," ujar Mentari usai laga.

Atlet yang bergabung dengan Jaya Raya di tahun 2012 ini menuturkan, mereka bisa kembali ke permainan mereka di game penentu dan akhirnya memastikan tiket ke semifinal setelah unggul 21-17. Mentari yang lahir di Jakarta, 1 Juli 1999 ini mengaku kini tengah membidik gelar juara. Mengingat ini adalah kali terakhir bagi dirinya untuk bisa mengikuti turnamen khusus junior U17.

"Inginnya bisa juara, karena ini terakhir kali saya bisa bermain di U17, dan di sini pun saya hanya main di ganda campuran saja, tidak bermain di ganda putri," tutur juara Djarum Sirnas Palembang ini.

Persiapan pun sudah dilakukannya dengan matang. Target gelar juara sepertinya tidak bisa dikompromikan lagi. Di laga semifinal besok (10/10), Alfandy/Mentari akan menantang Su Li Wei/Chang Yu Hsuan. Ganda asal Taipei ini sukses menekuk unggulan empat asal Thailand, Weeraphat Phakjarung/Thanapim Kaweenuntavong dengan 19-21, 21-19 dan 21-18.

"Untuk pertandingan besok kami harus lebih siap dan lebih berkonsentrasi lagi, karena kami juga belum pernah bertemu pasangan ini," pungkas Mentari.

Di tahun 2015, selain menjadi juara Djarum Sirnas Palembang, Alfandy/Mentari pun berhasil masuk semifinal Djarum Sirnas Bogor dan juga semifinal Singapore International Series 2015. Jejak Alfandy/Mentari pun berhasil diikuti oleh wakil Indonesia asal Exist, Renaldi Samosir/Hediana Marbela. Mereka lolos usai menjegal unggulan tiga asal Singapura, Wen Xing Abel Tan/Jia Ying Crystal Wong dengan 21-19 dan 21-18.

Sayang, langkah dua pasangan Indonesia ke semifinal ini gagal diikuti oleh Fiesal Wiranto/Ribka Sugiarto. Berhadapan dengan unggulan dua asal Thailand, Pachaarapol Nipornram/Nattakhorn Jaiareree, Fiesal/Ribka dipaksa tunduk dengan 22-20, 20-22 dan 14-21.

back to top