Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menghadapi Barca, Simeone tidak mengubah gaya bermain Atleti

Menghadapi Barca, Simeone tidak mengubah gaya bermain Atleti

Madrid-KoPi, Istilah parkir bus muncul ketika Inter melawan Barca di semifinal Liga Champions musim 2009/2010. Saat itu untuk menghadang gempuran agresivitas permainan Barca, Mourinho yang saat itu menjadi pelatih Inter Milan, menginstruksikan pemainnya untuk menumpuk pemainnya di sektor pertahanan. Hal ini sukses meredam Barcelona dan Inter berhasil melaju ke final dan berhasil menjuarai Liga Champion pada musim tersebut.

 

Namun hal ini sepertinya tidak dilakukan oleh Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid ketika menghadapi Barca nanti dini hari.

 

“Ini akan menjadi pertandingan antara dua tim dengan gaya bermain yang berbeda dan kita akan melihat sipa yang lebih unggul. Kami akan mencoba tetap beramin menahan bola dan kami akan berkonsentrasi untuk mengontrol setiap ruang,” katanya.

 

“Sejauh ini, kami telah bermain di Super Cup, mencapai Piala Raja, lalu kami masih berkiprah di liga domestik dan Liga Champions. Ini adalah sebuah tim yang fantastis saat saya bekerja di dalamnya dan dengan tim yang berkembang tiap harinya. Kerja keras adalah kuncinya, sesederhana itu.”

 

“Messi untuk Barcelona, Ronaldo untuk Real Madrid dan Diego Costa bermain untu kami, mereka adalah pemain krusial bagi masing-masing tim dan semuanya bermain di level tertinggi saat ini,” katanya.

 

“Diego berkembang sepanjang musim dan dengan Messi, anda saat ini bisa mencatat keuntungan 2 bulan ia tidak bermain dan ia saat ini terlihat lebih kuat.”

 

“Atletico telah siap menghadapi Barca 3 kali dalam musim ini saat kami menerima hasil imbang di tiap kesempatan. Dua kali di Super Cup di mana Barca menang berkat gol tandang and juga saat di La Liga yang berakhir 0-0 di Calderon.”

 

Tim Catalan itu telah menunjukkan bentuk terbaik permainannya setelah menang atas Manchester City dan mengalahkan Real Madrid di bernabeu, dan Simeone percaya ia menghadapi ujian yang lebih sulit.

 

“Setelah pertandingan yang telah kami lalui sejauh ini, ini akan menjadi laga yang tersulit. Pertama mereka bermain di kandang, dan permainan mereka terus membaik dan yang ketiga Messi telah kembali.”

 

“Saat ini, kami akan menghadapi Barcelona dalam kondisi terbaik dan kami akan mencoba mengakhiri rangkaian hasil seri di sini.”

 

Nora T. Ayudha

back to top