Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Menghadapi Barca, Simeone tidak mengubah gaya bermain Atleti

Menghadapi Barca, Simeone tidak mengubah gaya bermain Atleti

Madrid-KoPi, Istilah parkir bus muncul ketika Inter melawan Barca di semifinal Liga Champions musim 2009/2010. Saat itu untuk menghadang gempuran agresivitas permainan Barca, Mourinho yang saat itu menjadi pelatih Inter Milan, menginstruksikan pemainnya untuk menumpuk pemainnya di sektor pertahanan. Hal ini sukses meredam Barcelona dan Inter berhasil melaju ke final dan berhasil menjuarai Liga Champion pada musim tersebut.

 

Namun hal ini sepertinya tidak dilakukan oleh Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid ketika menghadapi Barca nanti dini hari.

 

“Ini akan menjadi pertandingan antara dua tim dengan gaya bermain yang berbeda dan kita akan melihat sipa yang lebih unggul. Kami akan mencoba tetap beramin menahan bola dan kami akan berkonsentrasi untuk mengontrol setiap ruang,” katanya.

 

“Sejauh ini, kami telah bermain di Super Cup, mencapai Piala Raja, lalu kami masih berkiprah di liga domestik dan Liga Champions. Ini adalah sebuah tim yang fantastis saat saya bekerja di dalamnya dan dengan tim yang berkembang tiap harinya. Kerja keras adalah kuncinya, sesederhana itu.”

 

“Messi untuk Barcelona, Ronaldo untuk Real Madrid dan Diego Costa bermain untu kami, mereka adalah pemain krusial bagi masing-masing tim dan semuanya bermain di level tertinggi saat ini,” katanya.

 

“Diego berkembang sepanjang musim dan dengan Messi, anda saat ini bisa mencatat keuntungan 2 bulan ia tidak bermain dan ia saat ini terlihat lebih kuat.”

 

“Atletico telah siap menghadapi Barca 3 kali dalam musim ini saat kami menerima hasil imbang di tiap kesempatan. Dua kali di Super Cup di mana Barca menang berkat gol tandang and juga saat di La Liga yang berakhir 0-0 di Calderon.”

 

Tim Catalan itu telah menunjukkan bentuk terbaik permainannya setelah menang atas Manchester City dan mengalahkan Real Madrid di bernabeu, dan Simeone percaya ia menghadapi ujian yang lebih sulit.

 

“Setelah pertandingan yang telah kami lalui sejauh ini, ini akan menjadi laga yang tersulit. Pertama mereka bermain di kandang, dan permainan mereka terus membaik dan yang ketiga Messi telah kembali.”

 

“Saat ini, kami akan menghadapi Barcelona dalam kondisi terbaik dan kami akan mencoba mengakhiri rangkaian hasil seri di sini.”

 

Nora T. Ayudha

back to top