Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Mantan Presiden Catania akui membeli pertandingan

Mantan Presiden Catania, Antonino Pulvirenti. (dok. FourFourTwo) Mantan Presiden Catania, Antonino Pulvirenti. (dok. FourFourTwo)
KoPi | Setelah penangkapan tujuh orang terkait dengan Catania, mantan Presiden Catania Antonino Pulvirenti telah mengakui membeli pertandingan untuk menyelamatkan klub dari degradasi, seperti diberitakan oleh FourFourTwo (30/6).

Polisi Italia telah menahan Pulvirenti sehubungan dengan dugaan ‘penipuan olahraga’ selama musim 2014-15, dengan pertandingan diduga telah diperbaiki untuk memastikan Catania terhindar dari degradasi.

Catania finish di urutan 15 dalam klasemen akhir Serie B Italia, selisih dua poin dari peringkat 18 yang merupakan peringkat teratas di zona degradasi untuk play-off.

Klub merilis pernyataan pada hari Senin mengkonfirmasi Pulvirenti—mengundurkan diri dari tanggung jawab pada klub pekan lalu—telah “mengakui ia memiliki kontak dengan pihak lain untuk mempengaruhi hasil beberapa pertandingan”, meskipun dalam pernyataan yang sama mantan Pulvirenti menegaskan “kurangnya koneksi secara mutlak” untuk pengaturan skor pertandingan.

Namun, jaksa Catania Giovanni Salvi menjelaskan dalam konferensi pers bahwa Pulvirenti telah mengaku membeli pertandingan, dimulai dengan kemenangan 3-0 atas Varese pada bulan April lalu, meskipun Pulvirenti membantah bertaruh pada permainan.

“Antonino Pulvirenti telah mengkonfirmasi bahwa ia membeli pertandingan, dimulai dengan Varese vs Catania, senilai 100.000 euro,” kata Salvi.

“Dia melakukannya untuk menyelamatkan Catania (dari jerat degradasi). Namun, ia membantah memiliki taruhan (pada pertandingan).”

Catania sendiri akhirnya memberi pernyataan terkait masalah ini dalam situs resmi klub yang berbunyi: “Tuan Antonino Pulvirenti hari ini mengklarifikasi posisinya selama interogasi sebelum hakim investigasi, ini menunjukkan kurangnya koneksi secara mutlak dugaan pengaturan pertandingan.

“Tuan Pulvirenti mengakui ia memiliki kontak dengan pihak lain untuk mempengaruhi hasil beberapa pertandingan, dan ia melakukan ini untuk menyelamatkan Catania dari degradasi.

“Namun, ia menyatakan keyakinannya, terutama dalam pembacaan dokumen, bahwa ‘kontak dengan pihak lain’ tersebut tidak memiliki efek pada pertandingan.”

Well, kasus ini tentu saja menambah daftar panjang kasus calciopoli atau pengaturan skor dalam sejarah sepak bola Italia. Sebelumnya Juventus juga pernah terlibat dalam calciopoli di tahun 2006 untuk menjuarai Serie yang justru berujung pada degradasi ke Serie B. | Aditya Wicaksana WP

back to top