Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Made Pranita raih gelar pertama

Made Pranita raih gelar pertama

Mataram–KoPi| Dua tunggal putri Pelatprov Bali, Made Pranita Sulistya Devi dan Made Deya Surya Saraswati saling berebut gelar perdana Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2015. Di seri kedelapan yang digelar di GOR 17 Desember, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pranita berhasil membungkam unggulan dua itu dalam dua game langsung pada partai puncak yang digelar Sabtu (31/10) siang.

Unggul 21-11 di game pembuka, Pranita berhasil mendominasi laga di game kedua. Tetapi di game kedua ini ia sempat mendapatkan perlawanan dari Deya. Unggul 17-15, Ia justru kehilangan angka beruntun dan balik tertinggal 17-18. Namun jelang akhir laga, pertahanan cantiknya di depan net membuat ia sukses memenangkan pertandingan dengan skor akhir 21-19.

djar1

“Saya tidak menyangka bisa menang. Di pertandingan tadi saya mencoba untuk bermain lebih sabar dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri, sementara Deya banyak melakukan kesalahan sendiri. Motivasi saya untuk bisa juara juga karena ibu saya sakit, sebenarnya saya tadinya tidak akan bermain dan ingin menemani ibu di rumah, tetapi ayah tetap meminta saya untuk bertanding,” ujar Pranita usai laga.

Ini merupakan final ketiga bagi Pranita, sementara bagi Deya ini menjadi final pertamanya. Pranita pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai memasikan gelar juara. Ia bersorak usai laga, dan akhirnya bisa membawa pulang gelar setelah dirinya gagal di dua final sebelumnya di seri Sulawesi Utara dan Jawa Barat.

“Ibu meminta saya untuk bisa sampai perempat final agar cepat sembuh, dan berjanji akan datang jika saya masuk final. Ibu datang dan ayah hari ini beserta dua adik saya, ini menjadi motivasi tambahan saya,” tambahnya.

djar

Setelah Djarum Sirnas di Mataram ini, anak kedua dari pasangan Wayan Pranita akan berlaga di Djarum Sirnas seri ke sembilan di Surabaya dan mengincar Kejuaraan Nasional perorangan taruna yang akan digelar PP PBSI akhir tahun mendatang.

“Kemenangan ini menjadi modal bagi saya untuk turnamen selanjutnya. Saya juga ingin incar juara Kejurnas (Kejuaraan Nasional) karena ini tahun terakhir saya bertanding di taruna,” pungkasnya.

back to top