Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Jogja-KoPi| Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengadakan Lomba Panahan Tradisional atau yang juga dikenal dengan nama “Jemparingan” dalam rangka memperingati Dies Natalis ke–53, Minggu (23/9).

Acara ini dilaksanakan di Lapangan Jemparingan Kampus II Gedung Thomas Aquinas UAJY dan diikuti partisipan dari kelompok panahan yang berasal dari daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Acara ini pun dibuka secara simbolis oleh Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH. LL.M., selaku Rektor UAJY dan R. Sigit Widiarto, S.H., LL.M selaku Wakil Rektor 3 UAJY.

“Tujuan dari terlaksananya lomba ini secara rutin adalah untuk melestarikan salah satu olahraga tradisional Indonesia khususnya Jawa dan untuk mewadahi para atlet yang memang mempunyai talenta khusus di bidang ini,” ungkap Nurhartanto.

Olahraga ini memiliki keunikan tersendiri di mana para pesertanya diwajibkan untuk menggunakan pakaian tradisional khas Jawa dan harus memanah sambil duduk bersila. Setiap pemanah dibekali dengan 4 anak panah untuk satu kali tembakan, atau disebut juga sebagai 1 Rambahan. Dan dalam lomba ini, para peserta harus melakukan 80 kali tembakan atau sebanyak 20 rambahan.

“Olahraga jemparingan ini semakin lama semakin berkembang peminatnya, dan kita memang berkomitmen untuk tetap mebyelenggarakannya di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Setiap peserta selain mendapatkan poin juga akan diberikan bingkisan dari panitia,” ungkap Andreas Wisnu, selaku Ketua Panitia Jemparingan.

Poin tertinggi sebesar 3 diberikan kepada peserta yang berhasil menembak anak panah sampai mengenai bagian sasaran yang berwarna merah. Sedangkan poin sebesar 1 akan diberikan kepada peserta yang mengenai bagian sasaran berwarna putih.

“Saya sangat senang Universitas Atma Jaya Yogyakarta bisa menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik. Ini adalah yang ketiga kalinya saya mengikuti perlombaan ini dan saya berharap ke depannya semoga lomba ini semakin banyak peminat, terutama untuk anak-anak muda,” ujar Bapak Bagyo salah satu peserta Lomba Jemparingan.

Pada akhir lomba, diumumkan 6 pemenang dengan jumlah masing-masing 3 pria dan 3 wanita, dengan perolehan poin tertinggi yaitu sebesar 18 poin.

“Olahraga ini harus terus dilestarikan karena ini merupakan sebuah warisan bangsa yang sangat luar biasa. Semoga akan semakin banyak yang tertarik untuk mengembangkan olahraga ini dan mau menjadi penyelenggara,” tambah Nurhartanto.

back to top