Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Langkah Wahyu terhenti

Langkah Wahyu terhenti

Pekanbaru–KoPi| Pebulutangkis tuan rumah, Wahyu Ramadhan akhirnya harus mengakhiri perjalanannya di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Riau Open 2015. Wahyu sempat memberikan kejutan di seri terakhir Djarum Sirnas 2015 ini. Di babak kedua yang digelar Selasa (24/11), Wahyu bisa menang 25-23, 12-21 dan 21-17 atas unggulan delapan, Akbar Basri dari Hi Qua Wima Surabaya.

Sayang, di babak ketiga yang digelar Rabu (25/11) siang, Wahyu yang merupakan atlet dari Wahana Silva Riau ini gagal mengatasi Joyireh Avi Manasye. Berhadapan dengan atlet wakil ABC Bandung itu, Wahyu dipaksa mengakui keunggulan lawannya dalam dua game langsung 11-21 dan 12-21.

“Tadi lawan lebih bagus dibanding lawan saya sebelumnya, soalnya lawan tadi bisa membaca permainan saya dengan baik, dan saya malah kesulitan untuk mengantisipasi dan sering tertinggal langkah. Permainan saya hari ini tidak sebaik permainan saya sebelumnya, saya tidak bisa mengembangkan permainan,” ujar Wahyu usai laga.

Ini merupakan pertandingan pertamanya di arena Djarum Sirnas 2015, sebelumnya di tahun 2014 lalu ia turun di Djarum Sirnas Batam dan hanya mencicipi babak pertama. Hasil kali ini tentu lebih baik jika dibandingkan dengan penampilannya di Batam tahun lalu.

“Dengan hasil ini saya tetap bersyukur bisa masuk sampai babak ketiga, tetapi dengan permainan tadi saya kecewa karena tidak bisa mengembangkan permainan saya,” tambahnya.

Pemain berusia 17 tahun ini pun mengaku akan terus berlatih setelah perjalannya di Djarum Sirnas 2015 ini usai. Ia pun tengah berharap untuk bisa mendapat kesempatan berlatih di Pulau Jawa, dimana banyak klub Pembina bulutangkis bermarkas.

“Saya akan berlatih lebih baik lagi untuk turnamen selanjutnya, saya ingin berlatih di pulau Jawa. Semoga ada kesempatan untuk bisa berlatih di sana agar permainan saya lebih berkembang,” pungkasnya.

back to top