Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Langkah Wahyu terhenti

Langkah Wahyu terhenti

Pekanbaru–KoPi| Pebulutangkis tuan rumah, Wahyu Ramadhan akhirnya harus mengakhiri perjalanannya di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Riau Open 2015. Wahyu sempat memberikan kejutan di seri terakhir Djarum Sirnas 2015 ini. Di babak kedua yang digelar Selasa (24/11), Wahyu bisa menang 25-23, 12-21 dan 21-17 atas unggulan delapan, Akbar Basri dari Hi Qua Wima Surabaya.

Sayang, di babak ketiga yang digelar Rabu (25/11) siang, Wahyu yang merupakan atlet dari Wahana Silva Riau ini gagal mengatasi Joyireh Avi Manasye. Berhadapan dengan atlet wakil ABC Bandung itu, Wahyu dipaksa mengakui keunggulan lawannya dalam dua game langsung 11-21 dan 12-21.

“Tadi lawan lebih bagus dibanding lawan saya sebelumnya, soalnya lawan tadi bisa membaca permainan saya dengan baik, dan saya malah kesulitan untuk mengantisipasi dan sering tertinggal langkah. Permainan saya hari ini tidak sebaik permainan saya sebelumnya, saya tidak bisa mengembangkan permainan,” ujar Wahyu usai laga.

Ini merupakan pertandingan pertamanya di arena Djarum Sirnas 2015, sebelumnya di tahun 2014 lalu ia turun di Djarum Sirnas Batam dan hanya mencicipi babak pertama. Hasil kali ini tentu lebih baik jika dibandingkan dengan penampilannya di Batam tahun lalu.

“Dengan hasil ini saya tetap bersyukur bisa masuk sampai babak ketiga, tetapi dengan permainan tadi saya kecewa karena tidak bisa mengembangkan permainan saya,” tambahnya.

Pemain berusia 17 tahun ini pun mengaku akan terus berlatih setelah perjalannya di Djarum Sirnas 2015 ini usai. Ia pun tengah berharap untuk bisa mendapat kesempatan berlatih di Pulau Jawa, dimana banyak klub Pembina bulutangkis bermarkas.

“Saya akan berlatih lebih baik lagi untuk turnamen selanjutnya, saya ingin berlatih di pulau Jawa. Semoga ada kesempatan untuk bisa berlatih di sana agar permainan saya lebih berkembang,” pungkasnya.

back to top