Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Komentar-komentar terkait sanksi FIFA untuk PSSI

Komentar-komentar terkait sanksi FIFA untuk PSSI
KoPi | Pada Sabtu (30/5) lalu, FIFA secara resmi memberikan sanksi kepada PSSI. Putusan tersebut diambil oleh FIFA setelah mengadakan emergency meeting Komite Eksekutif  di Zurich, Swiss.

Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, dijelaskan bahwa alasan FIFA menjatuhkan sanksi pada PSSI akibat SK Pembekuan kepada PSSI oleh Kemenpora. FIFA menyatakan akan mencabut sanksi tersebut bila PSSI sudah menyelesaikan masalah tanpa ada campur tangan dari pihak ketiga. Selain itu FIFA juga meminta agar tanggung jawab sepak bola nasional diserahkan kepada PSSI.

Akibat sanksi ini, semua klub Indonesia dilarang berpartisipasi di pentas Internasional di bawah FIFA dan AFC. Sementara khusus untuk Timnas Indonesia, masih diperbolehkan bermain di SEA Games di Singapura hingga turnamen berakhir.

Terkait hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku pasrah dan enggan mencampuri urusan pembenahan sepak bola tanah air. JK akan menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.

"Nantilah, biar Menpora yang evaluasi (PSSI)," kata Kalla di Jakarta, Senin (1/6) dikutip dari Kompas.

Sementara itu Gatot S. Dewabroto selaku Kepala Komunikasi Publik  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta agar sanksi ini tidak ditanggapi secara berlebihan. Ia mengajak masyarakat untuk optimis melakukan pembenahan sepak bola tanah air.

"Kita harus percaya diri dan yakin. Jika pembenahan persepakbolaan nasional bisa dilakukan dengan penuh kesungguhan, konsisten, transparan, dan dengan tata kelola organisasi yang lebih baik, maka prestasi dan juara bukan lagi suatu impian," ujar Gatot.

Sanksi dari FIFA berdampak terhadap karir pemain. Boaz Solossa pun angkat bicara mengenai hal ini. Sebagai kapten Timnas Indonesia, ia mulai mempertimbangkan untuk bermain di luar negeri karena tak bisa bermain sepak bola di negeri sendiri.

“Saya siap menerima tawaran bermain di klub luar negeri jika sanksi dari FIFA masih berlaku di Indonesia. Beberapa waktu lalu, saya pernah ditawari oleh klub asal negara tetangga, tetapi saya menolak dengan alasan masih konsentrasi bersama Persipura,” kata Boaz ketika ditemui di kediamannya di Perumahan Pemda II Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Minggu (31/5).

Sanksi dari FIFA ini tentu sangat berdampak bagi persepakbolaan nasional. Kebugaran para pemain juga akan terganggu mengingat timnas memeliki beberapa agenda kompetisi internasional. Belum lagi nasib klub dan juga keluarga para pemain sangat bergantung kepada kompetisi di Indonesia. | Aditya Wicaksana WP

back to top