Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kido/Pia dihentikan andalan tuan rumah

Kido/Pia dihentikan andalan tuan rumah

KoPi│ Andalan tuan rumah pasangan ganda campuran Ardiansyah Putra/Devi Tika Permatasi (Berkat Abadi Banjarmasin) yang di unggulkan di posisi keempat, tampil gemilang di laga semi final Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Kalimantan Selatan Open 2016 sore tadi, Jumat (26/2) setelah berhasil menghentikan perlawanan pasangan unggulan pertama Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet (Jaya Raya Jakarta).

Pertarungan berlangsung sengit. Kedua pasangan yang sama-sama sudah berpengalaman itu, terlihat tampil berjuang mati-matian di pertandingan sore tadi. Pada game pertama, Kido/Pia tampil lebih siap dan lebih meyakinkan, hingga mampu merebut game pembuka itu dengan kemenangan 21-15.

Di game kedua pertandingan semakin seru. Namun, Ardiansyah/Devi seolah bangkit dari tidurnya. Pasangan Berkat Abadi itupun mampu mencuri kemenangan di game kedua tersebut dengan skor tipis 24-22 atas Kido/Pia.

Game penentu pun terpaksan dimainkan. Baik Kido/Pia maupun Ardiansyah/Devi sama-sama tampil lebih ganas dan maksa di game penentu tersebut, demi untuk satu tiket final yang akan berlangsung besok, Sabtu (27/2). Namun pada saat Ardiansyah/Devi unggul 20-15, bola netting silang yang cukup tipis dari Ardiansyah, tak mampu dikembalikan oleh Pia dengan baik, sehingga memberikan satu poin bagi Ardiansyah/Devi dan sekaligus menutup pertandingan tadi dengan kemenangan bagi pasangan Berkat Abadi Banjarmasin itu.

”Tadi kami tidak terlalu fokus di game pertama, dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang membuat keuntungan bagi lawan. Namun di game kedua, kami mencoba main lebih fokus dan mencoba menghindari kesalahan sendiri. Dan kunci kemenangan di game penentu, kami bermain nekad dan berusaha untuk menjangkau bola kemanapun,” papar Ardianysyah usai laga.

“Iya tadi saya banyak melakukan kesalahan sendiri di game pertama, jadi nambah gak fokus masinnya. Namun di game kedua, kami mencoba merubah pola permanan dan mencoba terus balik menekan hingga bisa menang. Di game terakhir sebenarnya tenaga sudah cukup terkuras, namun kami berusah untuk maksa dan nekad, dan bersyukur bisa menang,” kata Devi di tempat yang sama.

Pada laga final besok, Ardiansyah/Devi akan kembali jumpa wakil Jaya Raya Jakarta lainnya, yakni pasangan Irfan Fadhillah/Weni Anggraeni. Kedua pasangan Jaya Raya itu memastikan tiket final setelah berhasil menaklukan wakil Djarum Kudus, pasangan Fran Kurniawan/Komala Dewi dengan 21-10 12-21 dan 21-15.

“Besok tentunya mau main mati-matian dong biar bisa perembahkan gelar untuk klub saya Berkat Abadi Banjarmasin. Semoga permainan kami di pertandingan besok bisa lebih baik dari hari ini,” pungkas Ardiansyah.

back to top