Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kembalinya Si Bocah ke Vicente Calderon

Kembalinya Si Bocah ke Vicente Calderon

Madrid – KoPi Vicente Calderon menjadi saksi awal karir profesional Fernando torres. Setelah lolos seleksi pemain muda di akademi Atletico Madrid dan memulai debutnya pada tahun 2001 menjadikan tahun-tahun berikutnya merupakan masa keemasan Si Bocah (El Nino dalam bahasa Spanyol).

Selama 6 tahun berkostum Los Rojiblancos (julukan Atletico Madrid) ia berhasil mencetak 74 gol dari 174 laga. Prestasi tersebut membuat beberapa klub Eropa kepincut namun Torres menjatuhkan pilihannya pada Liverpool.

Hal ini bukan pilihan yang salah karena di musim debutnya ia menjadi pemain yang mampu mencetak lebih dari 20 gol setelah Robbie Fowler melakukannya di musim 1995-1996. Di Liverpool ia juga menjadi pemain kunci bersama Steven Gerrard.

Empat tahun kemudian Torres menjadi perbincangan media Inggris setelah ia menyepakati deal dengan Chelsea dan menjadi pemain termahal dengan transfer 50 juta pounds, namun hal itu terbukti menjadi masa tersuram dalam karirnya. Harus melewati 14 laga untuk gol debutnya dan musim ini saja ia baru mencetak 4 gol, hal yang sangat mengherankan sekaliber striker timnas Spanyol.

Inilah apa yang ia utarakan kala kembali ke Vicente Calderon.

 “Tidak ada yang lebih spesial daripada kembali setelah 7 tahun berpisah dan hal itu terjadi di semifinal Liga Champions. Selama pertandingan anda harus selalu bersaing memenangkan pertandingan, saya belajar hal ini di klub ini (Atletico Madrid), terlepas bagaimana jenis pertandingannya. Sebelum dan setelah pertandingan sangatlah spektakuler. Saya sangat berterima kasih kepada fans yang menyambut saya. Ini adalah hasil yang baik bagi kedua tim. Sangat berbahaya jika mereka mampu mencetak gol dan juga bagi kami.”

Saat ini Torres menjadi salah satu pemain Chelsea yang tidak jelas masa depannya. Rumor yang beredar ia diminati oleh Inter Milan dan Atletico Madrid sebagai deal pembelian Diego Costa.

Nora T. Ayudha

back to top