Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kembalinya Si Bocah ke Vicente Calderon

Kembalinya Si Bocah ke Vicente Calderon

Madrid – KoPi Vicente Calderon menjadi saksi awal karir profesional Fernando torres. Setelah lolos seleksi pemain muda di akademi Atletico Madrid dan memulai debutnya pada tahun 2001 menjadikan tahun-tahun berikutnya merupakan masa keemasan Si Bocah (El Nino dalam bahasa Spanyol).

Selama 6 tahun berkostum Los Rojiblancos (julukan Atletico Madrid) ia berhasil mencetak 74 gol dari 174 laga. Prestasi tersebut membuat beberapa klub Eropa kepincut namun Torres menjatuhkan pilihannya pada Liverpool.

Hal ini bukan pilihan yang salah karena di musim debutnya ia menjadi pemain yang mampu mencetak lebih dari 20 gol setelah Robbie Fowler melakukannya di musim 1995-1996. Di Liverpool ia juga menjadi pemain kunci bersama Steven Gerrard.

Empat tahun kemudian Torres menjadi perbincangan media Inggris setelah ia menyepakati deal dengan Chelsea dan menjadi pemain termahal dengan transfer 50 juta pounds, namun hal itu terbukti menjadi masa tersuram dalam karirnya. Harus melewati 14 laga untuk gol debutnya dan musim ini saja ia baru mencetak 4 gol, hal yang sangat mengherankan sekaliber striker timnas Spanyol.

Inilah apa yang ia utarakan kala kembali ke Vicente Calderon.

 “Tidak ada yang lebih spesial daripada kembali setelah 7 tahun berpisah dan hal itu terjadi di semifinal Liga Champions. Selama pertandingan anda harus selalu bersaing memenangkan pertandingan, saya belajar hal ini di klub ini (Atletico Madrid), terlepas bagaimana jenis pertandingannya. Sebelum dan setelah pertandingan sangatlah spektakuler. Saya sangat berterima kasih kepada fans yang menyambut saya. Ini adalah hasil yang baik bagi kedua tim. Sangat berbahaya jika mereka mampu mencetak gol dan juga bagi kami.”

Saat ini Torres menjadi salah satu pemain Chelsea yang tidak jelas masa depannya. Rumor yang beredar ia diminati oleh Inter Milan dan Atletico Madrid sebagai deal pembelian Diego Costa.

Nora T. Ayudha

back to top