Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kembalinya Si Bocah ke Vicente Calderon

Kembalinya Si Bocah ke Vicente Calderon

Madrid – KoPi Vicente Calderon menjadi saksi awal karir profesional Fernando torres. Setelah lolos seleksi pemain muda di akademi Atletico Madrid dan memulai debutnya pada tahun 2001 menjadikan tahun-tahun berikutnya merupakan masa keemasan Si Bocah (El Nino dalam bahasa Spanyol).

Selama 6 tahun berkostum Los Rojiblancos (julukan Atletico Madrid) ia berhasil mencetak 74 gol dari 174 laga. Prestasi tersebut membuat beberapa klub Eropa kepincut namun Torres menjatuhkan pilihannya pada Liverpool.

Hal ini bukan pilihan yang salah karena di musim debutnya ia menjadi pemain yang mampu mencetak lebih dari 20 gol setelah Robbie Fowler melakukannya di musim 1995-1996. Di Liverpool ia juga menjadi pemain kunci bersama Steven Gerrard.

Empat tahun kemudian Torres menjadi perbincangan media Inggris setelah ia menyepakati deal dengan Chelsea dan menjadi pemain termahal dengan transfer 50 juta pounds, namun hal itu terbukti menjadi masa tersuram dalam karirnya. Harus melewati 14 laga untuk gol debutnya dan musim ini saja ia baru mencetak 4 gol, hal yang sangat mengherankan sekaliber striker timnas Spanyol.

Inilah apa yang ia utarakan kala kembali ke Vicente Calderon.

 “Tidak ada yang lebih spesial daripada kembali setelah 7 tahun berpisah dan hal itu terjadi di semifinal Liga Champions. Selama pertandingan anda harus selalu bersaing memenangkan pertandingan, saya belajar hal ini di klub ini (Atletico Madrid), terlepas bagaimana jenis pertandingannya. Sebelum dan setelah pertandingan sangatlah spektakuler. Saya sangat berterima kasih kepada fans yang menyambut saya. Ini adalah hasil yang baik bagi kedua tim. Sangat berbahaya jika mereka mampu mencetak gol dan juga bagi kami.”

Saat ini Torres menjadi salah satu pemain Chelsea yang tidak jelas masa depannya. Rumor yang beredar ia diminati oleh Inter Milan dan Atletico Madrid sebagai deal pembelian Diego Costa.

Nora T. Ayudha

back to top