Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Kandas, Jeroen berharap bisa tampil baik di Surabaya

Kandas, Jeroen berharap bisa tampil baik di Surabaya

Mataram – KoPi| Pebulutangkis satu-satunya asal Belanda, Jeroen Paul Ham akhirnya harus mengakhiri langkahnya di arena Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Nusa Tenggara Barat Open 2015. Bertanding di GOR 17 Desember pada Rabu (28/10) siang, Jeroen dipaksa mengakui keunggulan Ade Reksy Dwicahyo dari Exist Jakarta.

Di game pembuka, Jeroen terlihat belum bisa mengeluarkan permainannya. Ia terus tertekan dan akhirnya menyerah dengan skor telak 5-21. Barulah di game kedua ia sempat memimpin perolehan angka di awal game. Ia berhasil unggul tipis 5-3, tetapi ia justru kembali terus tertinggal. Ia pun akhirnya menyerah dengan 15-21.

“Di pertandingan tadi saya merasa tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saya. Saya tidak bisa fokus ke pertandingan, saya merasa tidak dalam kondisi terbaik saya. Saya tidak bisa beristirahat dengan maksimal dan di pertandingan tadi saya hanya mencoba untuk mengembalikan shuttlecock tanpa tahu harus bertanding seperti apa. Saya tidak dalam kondisi terbaik saya, dan ini pertama kali saya bersaing di turnamen seperti ini,” ujarnya saat dijumpai.

Usai langkahnya terhenti, Jeroen mengaku akan kembali berlatih di Jaya Raya Suryanaga, Surabaya. Dimana Djarum Sirnas seri ke sembilan akan digelar. Turnamen ini akan dimulai tanggal 9 November mendatang di GOR Sudirman, Surabaya.

“Setelah turnamen ini saya akan kembali berlatih di Suryanaga. Saya pun akan bermain di Sirnas Surabaya nanti. Semoga nanti hasilnya akan lebih bagus, karena nanti akan bermain di tempat sendiri,” tambahnya.

Jeroen sendiri mulai berlatih bulutangkis sejak usianya 9 tahun. Tetapi baru pada usia 14 tahun dirinya mulai serius menekuni olah raga tepok bulu ini. Kini di usianya yang ke 18, Jeroen mengaku tengah berhenti dari kegiatan akademisnya dan fokus di bulutangkis dalam satu tahun terakhir ini.

“Satu tahun ini saya cuti sekolah, dan fokus berlatih bulutangkis. Saya mungkin akan berlatih di Indonesia hingga 1,5 bulan kedepan, dan lihat bagaimana perkembangan saya nanti. Karena di Belanda sendiri bulutangkis tidak terlalu popular, jadi saya akan melihat perkembangan saya baru saya akan memutuskan langkah apa selanjutnya,” pungkasnya.

back to top