Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Jepang turunkan 49 atlet muda

Jepang turunkan 49 atlet muda

Jakarta-KoPi| Djarum SIrkuit Nasional Premier Li Ning Jakarta Open 2016 resmi digelar pada Senin (2/5) pagi. Turnamen yang untuk pertama kalinya memiliki level premier ini pun tak hanya menarik minat atlet asal tanah air, tetapi juga atlet-atlet negeri tetangga. 992 atlet yang akan bertarung di GOR Asia Afrika berasal dari 86 klub tanah air yang berasal dari 16 provinsi, serta wakil dari Filipina, Malaysia, Jepang, India, Vietnam, Slovakia, dan Amerika Serikat.

Jepang menjadi salah satu negara yang mengirimkan pemain terbanyak. Negeri sakura itu mengirimkan 49 atletnya yang akan bertarung di kelompok usia pemula, remaja dan taruna.

“Kami memilih untuk bermain di Sirnas kali ini diantaranya karena kami ingin memberikan jam terbang dan pengalaman bertanding kepada atlet-atlet kami. Ditambah persaingan di Indonesia pun terbilang ketat, dan antusiasme bulutangkis di Indonesia juga luar biasa,” ujar Ricky Kristyawan, salah satu pelatih tim Jepang.
Ini bukan kali pertama Jepang turun di arena Djarum Sirnas, tahun 2015 lalu, mereka berhasil mencuri tiga gelar melalui nomor tunggal remaja putri, ganda remaja putri dan ganda remaja campuran. Tetapi, Kristiawan mengaku kali ini ia tak membebankan target apa-apa terhadap anak didiknya.

“DI turnamen ini kami tidak ada target, yang penting kami bisa melihat sejauh apa permainan mereka dan bagaimana mereka bertanding,” tambahnya.

Meski memang tak membebankan target kepada anak didiknya, Ricky mengatakan tetap memiliki andalan dan harapan besar terhadap anak didiknya. “Kami mengandalkan nomor remaja putri, dan kami pun sebenarnya berharap kepada nomor tunggal taruan putri, tetapi di undian langsung berjumpa dengan pemain Korea dan sama-sama kuat, jadi nanti kita lihat saja sejauh mana hasilnya,” pungkasnya.

Tahun 2015 lalu, Jepang berhasil membawa pulang gelar melalui Nagisa Yura/Sebun Nagai di ganda remaja putri, Mahiro Kaneko/Sebun Nagai di ganda campuran remaja serta Asuka Takahashi di nomor tunggal remaja putri.

back to top