Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Jepang turunkan 49 atlet muda

Jepang turunkan 49 atlet muda

Jakarta-KoPi| Djarum SIrkuit Nasional Premier Li Ning Jakarta Open 2016 resmi digelar pada Senin (2/5) pagi. Turnamen yang untuk pertama kalinya memiliki level premier ini pun tak hanya menarik minat atlet asal tanah air, tetapi juga atlet-atlet negeri tetangga. 992 atlet yang akan bertarung di GOR Asia Afrika berasal dari 86 klub tanah air yang berasal dari 16 provinsi, serta wakil dari Filipina, Malaysia, Jepang, India, Vietnam, Slovakia, dan Amerika Serikat.

Jepang menjadi salah satu negara yang mengirimkan pemain terbanyak. Negeri sakura itu mengirimkan 49 atletnya yang akan bertarung di kelompok usia pemula, remaja dan taruna.

“Kami memilih untuk bermain di Sirnas kali ini diantaranya karena kami ingin memberikan jam terbang dan pengalaman bertanding kepada atlet-atlet kami. Ditambah persaingan di Indonesia pun terbilang ketat, dan antusiasme bulutangkis di Indonesia juga luar biasa,” ujar Ricky Kristyawan, salah satu pelatih tim Jepang.
Ini bukan kali pertama Jepang turun di arena Djarum Sirnas, tahun 2015 lalu, mereka berhasil mencuri tiga gelar melalui nomor tunggal remaja putri, ganda remaja putri dan ganda remaja campuran. Tetapi, Kristiawan mengaku kali ini ia tak membebankan target apa-apa terhadap anak didiknya.

“DI turnamen ini kami tidak ada target, yang penting kami bisa melihat sejauh apa permainan mereka dan bagaimana mereka bertanding,” tambahnya.

Meski memang tak membebankan target kepada anak didiknya, Ricky mengatakan tetap memiliki andalan dan harapan besar terhadap anak didiknya. “Kami mengandalkan nomor remaja putri, dan kami pun sebenarnya berharap kepada nomor tunggal taruan putri, tetapi di undian langsung berjumpa dengan pemain Korea dan sama-sama kuat, jadi nanti kita lihat saja sejauh mana hasilnya,” pungkasnya.

Tahun 2015 lalu, Jepang berhasil membawa pulang gelar melalui Nagisa Yura/Sebun Nagai di ganda remaja putri, Mahiro Kaneko/Sebun Nagai di ganda campuran remaja serta Asuka Takahashi di nomor tunggal remaja putri.

back to top