Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jaya Raya pastikan gelar ganda campuran

Jaya Raya pastikan gelar ganda campuran

Jakarta-KoPi| Markis Kido/Pia Zebadiah harus berjibaku dalam drama tiga game untuk melaju ke partai puncak. Di semifinal Djarum Sirkuit Nasional Premier Li Ning Jakarta Open 2016, mereka ditantang oleh Akbar Bintang Cahyono yang berpasangan dengan Vita Marissa.

Pertandingan yang digelar di GOR Asia Afrika pada Jum’at (6/5) malam tentu sangat menarik untuk disaksikan. Duel kelas dunia terjadi hampir di sepanjang laga, Vita, Pia dan Kido adalah atlet yang berlaga pernah menjadi andalan merah putih menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sementara Akbar merupakan atlet binaan PB Djarum pun tampak bisa mengimbangi kemampuan seniornya.

Di game pembuka, Kido/Pia berada dibawah tekanan. Mereka tampak banyak melakukan kesalahan dan akhirnya menyerah 16-21. Kido/Pia perlahan bisa bangkit dan balik mengendalikan permainan. Mereka berhasil memimpin perolehan angka disepanjang laga. Usai unggul tipis 16-15, Kido/Pia pun menutup game kedua dengan 21-17.

“Di game pertama mereka startnya lebih berani. Apalagi Vita bagus di depan net, tapi kami mencoba untuk mengubah dan lebih berani untuk membuka bola, jangan sering main ddi depan net, agar Vita tidak nyaman,” ujar Kido.

Sementara di game penentu, Kido/Pia berhasil menyamakan kedudukan diangka 3 dan balik unggul 7-3. Mereka pun kian tak terkejar saat berhasil memimpin 15-10 dan menutup perlawanan pasangan debutan itu dengan 21-16.

“Di game ketiga memang sempat ketat, tetapi saya coba main seperti di game kedua, jangan banyak main di depan net,” tambahnya.

Kido pun menambahkan pertandingan ini seakan menjadi reuni baginya. Mengingat keduanya dulu sama-sama di Pelatnas. “Berasa reuni sebenarnya bisa lawan Vita. Sudah lama tidak pernah bertemu di pertanidngan, terakhir waktu Vita masih pasangan sama (Muhammad) Rijal,” ujar Kido usai laga.

Di sisi lain, ini adalah laga perdana bagi Akbar dan Vita. “Ini pertama kalinya saya bermain sama Akbar, latihan pun tidak pernah sama-sama. Di usianya yang masih muda, dan permainannya yang ngotot saya kira jika ada kesempatan lagi berpasangan, mungkin hasilnya akan lebih baik,” ujar Vita mengenai Akbar.

Selanjutnya di partai puncak, Jaya Raya sudah dipastikan menyabet gelar di sektor ganda campuran dewasa ini. Kido/Pia melangkah ke final menyusun rekan satu timnya, Irfan Fadhilah/Weni Anggraeni yang melaju terlebih dahulu. Irfan/Weni berhasil ke partai puncak setelah menundukkan wakil Pertamina Fastron, Afiat Yuris Wirawan/Nadya Melati dalam dua game langsung, 21-14 dan 21-13.

"Besok lawan teman sendiri lebih bahaya. Soalnya dia pasti lebih tahu kelemahan kami, main fight saja lah pokoknya," pungkas Kido.

back to top