Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Hentikan unggulan, Wahyu terus melaju

Hentikan unggulan, Wahyu terus melaju

Pekanbaru-KoPi| Pebulutangkis tuan rumah yang berlaga pada nomor tunggal taruna putra Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Riau Open 2015, Wahyu Ramadhan berhasil melaju ke babak ketiga. Pemain yang berasal dari Wahana Silva Riau ini melaju usai di laga babak kedua Selasa (24/11) siang, dirinya berhasil menghentikan unggulan 8, wakil Hiqua Wima Surabaya, Akbar Basri.

Wahyu memastikan kemenangan atas Akbar usai melakoni adu setting tiga game pertandingan. Diawal game pertama, atlet kelahiran Pekanbaru 10 Januari 1998 itu terlihat tampil lebih agresif, sebelum akhirnya mampu mencuri kemenangan setelah unggul 25-23 di game pertama. Di game kedua, Wahyu terlihat tampil tak se agresif di game pertama. Beberapa kali bola yang masuk di bidang lapangan dirinya dibiarkan begitu saja hingga akhirnya harus kehilangan game kedua dengan 12-21.

Pada game penentu, pertarungan berjalan sengit. Kejar mengejar angka selalu terjadi di game ketiga itu. Wahyu yang terlihat tampil percaya diri di kandangnya ini berhasil menorehkan angka demi angka yang ia perlukan, hingga akhirnya kemenangan di pertandingan tadi pun dipastikan milik Wahyu dengan skor 21-17.

"Senang tadi bisa menang lawan unggulan. Sempet takut sih tadi pas awal masuk lapangan, soalnya selain lawannya Unggulan, ini pun merupakan Sirnas pertama kali yang saya ikuti di tahun ini, jadi masih terlalu percaya diri," ujarnya usai laga.

"Kunci kemenangan tadi, saya bermain lebih sabar soalnya dia lebih bersih dan lebih matang dari saya bola-bola nya,"Tambah pemain yang mengidolakan pebulutangkis tunggal putra Tiongkok, Lin Dan.

Tak hanya itu, putra kedua dari pasangan Edy dan Heni Sunarti itu, di Djarum Sirnas seri terakhir ini berambisi agar bisa lolos kebabak 8 besar.

"Target nya bisa masuk delapan besar karena menurut saya sudah lumayan bagus. Ini pun bisa lolos kebabak tiga adalah pencapaian Sirnas paling bagus yang saya raih sejauh ini, karena biasanya kalah dibabak awal, "tutup pemain berusia 17 tahun itu.

Pada laga babak ketiga besok, Rabu (25/11) Wahyu akan menantang wakil ABC Bandung, Joyireh Avi Manasye.

back to top