Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Djarum Sirnas Premier Jawa Timur Open 2016 Diikuti Pemain Asing

Djarum Sirnas Premier Jawa Timur Open 2016 Diikuti Pemain Asing

Surabaya-KoPi| Tak terasa, rangkaian seri Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) tahun 2016 ini sudah tiba di perhentian terakhirnya. Bertajuk Djarum Sirnas Premier Li Ning Jawa Timur Open 2016, turnamen yang digelar di Surbaya mulai pagi tadi, Senin (14/11) hingga (19/11) mendatang, merupakan seri kedelapan sekaligus seri pamungkas Djarum Sirnas tahun ini.

Sebelumnya, sebanyak tujuh seri sudah berhasil dihelat. Mulai dari Kota Banjarmasin yang menjadi tuan rumah pembuka, di lanjutkan dengan Kota Makassar, Jakarta, Lampung, Cirebon, Medan, dan terakhir di Kota Semarang bulan oktober lalu, seluruhnya berlangsung sukses dan banyak melahirkan juara baru dari masing-masing nomor maupun kategori yang diperebutkan.

Dan di seri Pamungkas ini, sebanyak 831 pebulutangkis terbaik dari empat kategori usia yakni Pemula/U15, Remaja/U17, Taruna/U19, dan Dewasa sudah siap bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Disamping itu, Surabaya merupakan tuan rumah Djarum Sirnas Premier kedua tahun ini, setelah Kota Jakarta yang sudah lebih dulu sukses menjadi tuan rumah Djarum Sirnas Premier perdana.

Banyak sekali yang berbeda di ajang Djarum Sirnas penutup tahun 2016 ini. Salah satunya yakni dengan hadirnya beberapa atlet dari negara asing. Terdaftar ada empat negara asing yang sudah dipastikan bakal berlaga di turnamen kali ini.

“Djarum Sirnas Premier Jawa Timur kali ini diikuti lima negara termasuk tuan rumah. Empat negara asing yakni Malaysia, Maladewa, Singapura, dan India.Total dari beberapa negara tersebut itu memang tidak banyak, karena mungkin juga bertepatan dengan kejuaraan dunia junior yang sedang berlangsung di Spanyol. Totalnya kurang lebih 60 peserta,” ungkap Bayu Wira yang merupakan ketua pelaksana Djarum Sirnas Premier Jawa Timur Open 2016.

Selain itu, ada beberapa perbedaan dari berbagai hal antara Djarum Sirnas biasa dengan Djarum Sirnas Premier kali ini. Salah satunya dari segi poin yang diberikan kepada para peserta yang berprestasi. Poin yang di suguhkan di Djarum Sirnas Premier ini setara dengan poin turnamen level Internasional Chaleange. Yakni 4.000 poin untuk juara, 3.400 untuk runner up, dan 2.800 untuk semifinalis. Poin tersebut diberikan untuk kategori dewasa.

“Tentunya ada beberapa perbedaan sirnas kali ini. Yang sangat mencolok adalah poin yang disuguhkan. Untuk Sirnas Premier ini poinnya untuk kategori dewasa sudah sama dengan internasional challenge, yaitu 400 poin untuk juara pertama dan seterusnya. untuk yang taruna sama dengan internasional challenge junior. Itu salah satu perbedaannya” ungkap Bayu.

Tak hanya dari segi poin yang disuguhkan. Dibatasinya jumlah peserta dan total hadiah yang fantastis pun menjadi salah satu pembeda Djarum Sirnas Premier Li Ning Jawa Timur Open 2016 kali ini.

“Yang kedua, jumlah pemain di batasi sekali tidak boleh lebih dari 831atlet. Lain dengan sirnas biasa tidak pakai kuota. Jadi sistemnya waiting list (daftar tunggu) . Sebenarnya peserta yang daftar di atas seribu. Tetapi memang peraturannya seperti ini, apa boleh buat terpaksa mereka yang masuk dalam daftar tunggu tersebut gagal tampil di Djarum Sirnas kali ini, “tambahnya.

“Dan yang ketiga, totoal hadiah yang kami sediakan mencapai 285 juta. Itu beberapa hal yang berbeda dengan sirnas-sirnas sebelumnya,” pungkas Bayu.

back to top