Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Dian/Nadya kukuhkan gelar kedelapan

Dian/Nadya kukuhkan gelar kedelapan
Pekanbaru–KoPi| Pasangan ganda putri Pertamina Fastron, Dian Fitriani/Nadya Melati begitu digdaya di sepanjang 10 seri Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2015. Duet yang kerap diunggulkan ditempat teratas ini sukses meraih 8 dari 10 gelar yang diperebutkan nomor ganda dewasa putri.
 
Mereka pun sukses mengukuhkan gelar ke delapannya di GOR Wushu Rumbai Sport Center, Pekanbaru. Di partai puncak, Dian/Nadya berhadapan dengan pasangan baru Meiliana Jauhari/Keshya Hanadia Nurvita dari PB Djarum/Mutiara Timur. Seperti biasanya, Dian/Nadya berhasil tampil solid. Mereka tak mau kehilangan satu angka pun, game pertama mereka amankan dengan 21-14.
 
Game kedua berlangsung lebih sengit. Skor imbang terjadi hampir disepanjang laga sampai pada kedudukan 15-15. Dian/Nadya sanggup meraih lima angka beruntun dan unggul 20-15. Namun mereka harus menunda kemenangan usai harus kehilangan empat angka lainnya sebelum menutup pertandingan dengan 21-19.
 
“Kami sangat bersyukur, tidak tahu harus ngomong apa lagi. Meski tadi di game kedua saat kami berhasil unggul, kami sempat tegang. Semua pengorbanan kami terbayar, semua capek latihan, perjalanan latihan dan pertandingan terbayar,” ujar Nadya usai laga.
 
“Gelar ke delapan ini tentu sangat luar biasa buat saya. Saya masih bisa bersaing meskipun lawan banyak yang senior,” tambah Dian.
 
Dian/Nadya menjadi satu-satunya pasangan yang berhasil mengoleksi delapan gelar, total berarti mereka mengantongi hadiah sebesar Rp 140.800.000 tentu bukan angka yang sedikit. Mengenai penghasilannya selama di Djarum Sirnas 2015 ini, baik Dian maupun Nadya mengaku fokus kepada investasi masa depan mereka.
 
“Uangnya saya sendiri gunakan untuk bayar cicilan rumah, karena cicilannya masih panjang, tahun depan saya harus tetap lebih bersemangat,” tambahnya.
 
Mengenai peluangnya tahun depan, baik Dian maupun Nadya mengaku harus lebih waspada, karena persaingan akan semakin ketat. Selain ganda yang sudah ada saat ini, akan ada pula ganda-ganda muda taruna yang harus bertanding di kelas dewasa tahun depan.
 
PB Djarum Boyong Gelar Terbanyak Sepanjang Tahun
 
Pekanbaru, 28 November 2015 – Usai sudah rangkaian 10 seri Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2015. Setelah melalui rangkaian panjang sejak Februari hingga November ini, akhirnya Djarum Sirnas 2015 sudah sampai kepada seri terakhir. Digelar di 10 provinsi, Djarum Sirnas total memperebutkan 190 gelar juara.
 
PB Djarum berhasil memboyong 51 gelar. Ini hanya gelar yang dikoleksi oleh atlet PB Djarum tanpa berpasangan dengan atlet yang berasal dari klub lain.
 
“Target kami sebenarnya adalah Asia Junior 2016 dan Kejuaraan Dunia 2016, jadi mereka yang sudah berprestasi di tingkat sirkuit nasional selanjutnya akan diikutkan ke berbagai turnamen junior internasional,” ujar program director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.
 
Selain PB Djarum, klub yang berhasil meraih gelar terbanyak kedua adalah Exist Jakarta. Klub paling muda ini berhasil meraih 32 gelar. Namun jumlah gelar ini diluar gelar yang disumbangkan oleh pasangan yang berbeda klub.
 
Dengan berakhirnya Djarum Sirnas Riau, maka berakhir pula rangkaian Djarum SIrnas 2015 ini. Eddyanto Sabaruddin, Kasubid Turnamen dan Perwasitan PP PBSI mengucapkan rasa syukurnya atas berlangsung dengan sukses semua seri Djarum Sirnas tahun ini.
 
“Alhamdulillah semua seri sudah berakhir tahun ini, semoga tahun depan kesuksesan penyelenggaraan Djarum Sirnas bisa terulang. Dan semua aspek dalam turnamen bisa lebih  meningkat,” ujarnya.
back to top