Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Dian/Nadya kukuhkan gelar kedelapan

Dian/Nadya kukuhkan gelar kedelapan
Pekanbaru–KoPi| Pasangan ganda putri Pertamina Fastron, Dian Fitriani/Nadya Melati begitu digdaya di sepanjang 10 seri Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2015. Duet yang kerap diunggulkan ditempat teratas ini sukses meraih 8 dari 10 gelar yang diperebutkan nomor ganda dewasa putri.
 
Mereka pun sukses mengukuhkan gelar ke delapannya di GOR Wushu Rumbai Sport Center, Pekanbaru. Di partai puncak, Dian/Nadya berhadapan dengan pasangan baru Meiliana Jauhari/Keshya Hanadia Nurvita dari PB Djarum/Mutiara Timur. Seperti biasanya, Dian/Nadya berhasil tampil solid. Mereka tak mau kehilangan satu angka pun, game pertama mereka amankan dengan 21-14.
 
Game kedua berlangsung lebih sengit. Skor imbang terjadi hampir disepanjang laga sampai pada kedudukan 15-15. Dian/Nadya sanggup meraih lima angka beruntun dan unggul 20-15. Namun mereka harus menunda kemenangan usai harus kehilangan empat angka lainnya sebelum menutup pertandingan dengan 21-19.
 
“Kami sangat bersyukur, tidak tahu harus ngomong apa lagi. Meski tadi di game kedua saat kami berhasil unggul, kami sempat tegang. Semua pengorbanan kami terbayar, semua capek latihan, perjalanan latihan dan pertandingan terbayar,” ujar Nadya usai laga.
 
“Gelar ke delapan ini tentu sangat luar biasa buat saya. Saya masih bisa bersaing meskipun lawan banyak yang senior,” tambah Dian.
 
Dian/Nadya menjadi satu-satunya pasangan yang berhasil mengoleksi delapan gelar, total berarti mereka mengantongi hadiah sebesar Rp 140.800.000 tentu bukan angka yang sedikit. Mengenai penghasilannya selama di Djarum Sirnas 2015 ini, baik Dian maupun Nadya mengaku fokus kepada investasi masa depan mereka.
 
“Uangnya saya sendiri gunakan untuk bayar cicilan rumah, karena cicilannya masih panjang, tahun depan saya harus tetap lebih bersemangat,” tambahnya.
 
Mengenai peluangnya tahun depan, baik Dian maupun Nadya mengaku harus lebih waspada, karena persaingan akan semakin ketat. Selain ganda yang sudah ada saat ini, akan ada pula ganda-ganda muda taruna yang harus bertanding di kelas dewasa tahun depan.
 
PB Djarum Boyong Gelar Terbanyak Sepanjang Tahun
 
Pekanbaru, 28 November 2015 – Usai sudah rangkaian 10 seri Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2015. Setelah melalui rangkaian panjang sejak Februari hingga November ini, akhirnya Djarum Sirnas 2015 sudah sampai kepada seri terakhir. Digelar di 10 provinsi, Djarum Sirnas total memperebutkan 190 gelar juara.
 
PB Djarum berhasil memboyong 51 gelar. Ini hanya gelar yang dikoleksi oleh atlet PB Djarum tanpa berpasangan dengan atlet yang berasal dari klub lain.
 
“Target kami sebenarnya adalah Asia Junior 2016 dan Kejuaraan Dunia 2016, jadi mereka yang sudah berprestasi di tingkat sirkuit nasional selanjutnya akan diikutkan ke berbagai turnamen junior internasional,” ujar program director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.
 
Selain PB Djarum, klub yang berhasil meraih gelar terbanyak kedua adalah Exist Jakarta. Klub paling muda ini berhasil meraih 32 gelar. Namun jumlah gelar ini diluar gelar yang disumbangkan oleh pasangan yang berbeda klub.
 
Dengan berakhirnya Djarum Sirnas Riau, maka berakhir pula rangkaian Djarum SIrnas 2015 ini. Eddyanto Sabaruddin, Kasubid Turnamen dan Perwasitan PP PBSI mengucapkan rasa syukurnya atas berlangsung dengan sukses semua seri Djarum Sirnas tahun ini.
 
“Alhamdulillah semua seri sudah berakhir tahun ini, semoga tahun depan kesuksesan penyelenggaraan Djarum Sirnas bisa terulang. Dan semua aspek dalam turnamen bisa lebih  meningkat,” ujarnya.
back to top