Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Dhimas Prasetyo, siswa SLB raih 3 medali emas di Los Angeles

Dhimas Prasetyo, siswa SLB raih 3 medali emas di Los Angeles

Jogjakarta-KoPi| Sebuah prestasi terbaik kembali ditorehkan putra bangsa Dhimas Prasetyo, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina, Giwangan Jogjakarta. Dhimas (19) berhasil menjuarai bulu tangkis International Paralympics pada 24 Agustus 2015 di Los Angeles, Amerika.

Dhimas, siswa SMK SLB menunjukan keterbatasan bukan kendala untuk meraih prestasi. Dhimas termasuk anak khusus yang mengalami tuna grahita. Dhimas bertanding dalam tiga seri sekaligus; tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran.

Dalam semua pertandingan ini, Dhimas berhasil menyabet juara pertama dan membawa pulang tiga emas.

Atas prestasi gemilangnya ini pihak pemerintah melalui Menpora menghadiahkan uang pembinaan sebesar Rp 600 juta.

"Masing- masing emas Rp 200 juta, dapat 3 jadi Rp 600 juta. Uangnya buat beli motor sama rumah," ungkas Dhimas saat konferensi pers di SLB Pembina, 30 September 2015, pukul 11.40 WIB.

Sementara Assesor SLB DR. Wiji Suparno menyatakan sangat mengapresiasi terhadap capaian prestasi Dhimas. Capaian Dhimas menjadi pemantik untuk terus memajukan olah raga di Indonesia khususnya bidang special olympics (olimpiade spesial).

"Kita punya potensi bagus, perjuangan kita membuahkan hasil. Dengan semangat man jadda wa jadda mendidik anak dalam tanda petik bisa berhasil," tutur Dr. Wiji saat konferensi pers.

Dr. Wiji juga menambahkan 41 atlet se-Indonesia diberangkatkan ke Los Angeles. Khusus DIY memberangkatkan 4 atlet, "1 bulutangkis ini Dhimas, 2 ping-pong dan 1 basket,.

Para atlet ini mendapat pembekalan di Pelatnas. Pelatihan di Pelatnas berlangsung selama 50 hari pada bulan Agustus lalu. |Winda Efanur FS|

back to top