Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Dhimas Prasetyo, siswa SLB raih 3 medali emas di Los Angeles

Dhimas Prasetyo, siswa SLB raih 3 medali emas di Los Angeles

Jogjakarta-KoPi| Sebuah prestasi terbaik kembali ditorehkan putra bangsa Dhimas Prasetyo, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina, Giwangan Jogjakarta. Dhimas (19) berhasil menjuarai bulu tangkis International Paralympics pada 24 Agustus 2015 di Los Angeles, Amerika.

Dhimas, siswa SMK SLB menunjukan keterbatasan bukan kendala untuk meraih prestasi. Dhimas termasuk anak khusus yang mengalami tuna grahita. Dhimas bertanding dalam tiga seri sekaligus; tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran.

Dalam semua pertandingan ini, Dhimas berhasil menyabet juara pertama dan membawa pulang tiga emas.

Atas prestasi gemilangnya ini pihak pemerintah melalui Menpora menghadiahkan uang pembinaan sebesar Rp 600 juta.

"Masing- masing emas Rp 200 juta, dapat 3 jadi Rp 600 juta. Uangnya buat beli motor sama rumah," ungkas Dhimas saat konferensi pers di SLB Pembina, 30 September 2015, pukul 11.40 WIB.

Sementara Assesor SLB DR. Wiji Suparno menyatakan sangat mengapresiasi terhadap capaian prestasi Dhimas. Capaian Dhimas menjadi pemantik untuk terus memajukan olah raga di Indonesia khususnya bidang special olympics (olimpiade spesial).

"Kita punya potensi bagus, perjuangan kita membuahkan hasil. Dengan semangat man jadda wa jadda mendidik anak dalam tanda petik bisa berhasil," tutur Dr. Wiji saat konferensi pers.

Dr. Wiji juga menambahkan 41 atlet se-Indonesia diberangkatkan ke Los Angeles. Khusus DIY memberangkatkan 4 atlet, "1 bulutangkis ini Dhimas, 2 ping-pong dan 1 basket,.

Para atlet ini mendapat pembekalan di Pelatnas. Pelatihan di Pelatnas berlangsung selama 50 hari pada bulan Agustus lalu. |Winda Efanur FS|

back to top